KONSER GITAR KLASIK
JAWADWIPA GUITAR ENSEMBLE
(Rahmat Raharjo, Setyabudi Situmorang, Anton Asmonodento)
Sabtu, 29 November 2008, pkl. 19.30 wib.
Auditorium Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta
Kontribusi penonton @ Rp. 5.000,00
Karta Pustaka bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGM akan menyelenggarakan konser gitar klasik oleh Jawadwipa Guitar Ensemble (JGE) dari Yogyakarta, menampilkan 3 gitaris muda berbakat dengan prestasi yang cukup prestisius.
Rahmat Raharjo, peraih Grand Prize Spanish Guitar Award 2001, alumni Konservatori Musik Granollers Spanyol, pengajar di Jurusan Musik ISI Yogyakarta, dan pemegang diploma Guitar Performing dari Australian Music Examination Board. Setyabudi Situmorang, alumni Fakultas Pertanian UGM, pengajar gitar di YMI, dan Juara I Pesta Musik Yamaha 2001. Anton Asmonodento, lulus grade VIII Guitar Performing dari Australian Music Examination Board, pengajar gitar di YMI. Ketiganya berpengalaman mengikuti berbagai workshop dan masterclass dari gitaris-gitaris kelas dunia dari Belanda, Jerman, Spanyol, Inggris, Austria, Italia, dan Selandia Baru.
Gitar adalah instrumen musik yang paling populer di Yogyakarta. Dari kaki lima hingga ke ruang-ruang kelas musik, gitar hadir dalam berbagai genre musik, dimainkan dengan cara otodidak, eksperimental, maupun cara yang menuntut teknik dan persyaratan tertentu. Dari musik rakyat, tradisi, pop, hingga klasik, selalu ada repertoar yang menonjolkan atau mengistimewakan gitar. Pendek kata gitar adalah instrumen musik yang mampu melintasi segala ragam musik, dimainkan solo maupun kelompok. Di antara beragamnya musik yang menggunakan gitar, musik klasik pun mempunyai referensi yang panjang, bahkan sejak masa 1700-an hingga di abad XXI kini. Ini menggambarkan betapa gitar mengakar begitu dalam di dunia musik.
Kini tiga gitaris Yogyakarta, akan menghadirkan musik dari abad-abad yang lalu hingga abad XX, yang diciptakan nun di negeri yang jauh, dan di negeri ini. Musik karya Filipo Gragnani, Enrique Granados, Johannes Brahms, Manuel de Falla, Claude Debussy, Isaac Albeniz, Tchaikovsky, hingga Lennon-McCartney, dan Iwan Tanzil akan dihadirkan dalam dentingan gitar mereka yang meragam. Bersama Jawadwipa Guitar Ensemble, penonton akan dibawa melintas jaman, jarak, dan waktu, dari Danza Espagnola No. 2, menuju Ritual Fire Dance dan Golliwogg’s Cake Walk, mencapai Here Comes the Sun dan The Nutcracker Suite sambil ber- Ampar-ampar Pisang hingga Suwe Ora Jamu. Bentang repertoar yang luas untuk sebuah konser musik gitar klasik.
Kontak: Pusat Kebudayaan Indonesia-Belanda “Karta Pustaka”
Jl. Bintaran Tengah 16, Yogyakarta 55151
T. (0274) 383792 F. (0274) 377124 E. kpustaka@indosat. net.id
Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
27/11/08
26/11/08
Pentas teater GARASI di hall JF-Jakarta 27&28 November 2008
27,28 November 2008
Pentas Teater GARASI
Di hall The Japan Foundation, Jakarta.
Pk.20:00~21: 00
Gd.Summitmas I lt. 2 Jl. Jend.Sudirman kav.61-62 Jakarta
GRATIS.Terbuka untuk UMUM.
"LAKI-LAKI ITU MENGAKU SEBAGAI JAMAL"
>>ketika pagi itu ia terbangun
Sebuah monoplay oleh : Jamaluddien Latief
Ketika pagi itu ia terbangun dari tidurnya, hari telah bergerak lebih cepat, jalan-jalan bertumbuhan dengan sebegitu sengitnya dan petunjuk-petunjuk arah terpasang dimana-mana seolah-olah setiap orang telah tersesat dimanapun ia berada. sementara jamal mengais-ngais bau tubuhnya, seorang laki-laki yang mengaku sebagai jamal telah berada di sebuah mal membeli sebuah baju baru, seorang laki-laki lain yang juga mengaku sebagai jamal tengah mengantarkan anaknya berangkat sekolah, beberapa orang laki-laki yang semuanya mengaku sebagai jamal sedang mendiskusikan dan menyusun kembali arah hidup mereka masing-masing.
ketika pagi itu ia terbangun, ingatannya mengasingkannya. ia tak lagi mengenalmu juga dirinya sendiri. pikirannya kosong sekosong langit-langit kamar kosong.
ketika pagi itu ia terbangun, diluar sana, seorang laki-laki yang mengaku sebagai jamal tengah menjalani hidupnya.
- Jamaluddin Latif - actor
- Andri Nur Latif - Penulis Naskah
- Ananto "Manteb" Prasetyo - Imaji Visual
- Banjar Tri Andaru - Penata Cahaya
- Risky Summerbee - Penata Suara
- Johan Didik - Manager Panggung
- Darmanto Setiawan - Kru Panggung
Reni Karnila Sari - Produksi
Pentas Teater GARASI
Di hall The Japan Foundation, Jakarta.
Pk.20:00~21: 00
Gd.Summitmas I lt. 2 Jl. Jend.Sudirman kav.61-62 Jakarta
GRATIS.Terbuka untuk UMUM.
"LAKI-LAKI ITU MENGAKU SEBAGAI JAMAL"
>>ketika pagi itu ia terbangun
Sebuah monoplay oleh : Jamaluddien Latief
Ketika pagi itu ia terbangun dari tidurnya, hari telah bergerak lebih cepat, jalan-jalan bertumbuhan dengan sebegitu sengitnya dan petunjuk-petunjuk arah terpasang dimana-mana seolah-olah setiap orang telah tersesat dimanapun ia berada. sementara jamal mengais-ngais bau tubuhnya, seorang laki-laki yang mengaku sebagai jamal telah berada di sebuah mal membeli sebuah baju baru, seorang laki-laki lain yang juga mengaku sebagai jamal tengah mengantarkan anaknya berangkat sekolah, beberapa orang laki-laki yang semuanya mengaku sebagai jamal sedang mendiskusikan dan menyusun kembali arah hidup mereka masing-masing.
ketika pagi itu ia terbangun, ingatannya mengasingkannya. ia tak lagi mengenalmu juga dirinya sendiri. pikirannya kosong sekosong langit-langit kamar kosong.
ketika pagi itu ia terbangun, diluar sana, seorang laki-laki yang mengaku sebagai jamal tengah menjalani hidupnya.
- Jamaluddin Latif - actor
- Andri Nur Latif - Penulis Naskah
- Ananto "Manteb" Prasetyo - Imaji Visual
- Banjar Tri Andaru - Penata Cahaya
- Risky Summerbee - Penata Suara
- Johan Didik - Manager Panggung
- Darmanto Setiawan - Kru Panggung
Reni Karnila Sari - Produksi
17/11/08
TIKUNGAN IBLIS
PRODUKSI PENTAS KEBAHAGIAAN KELUARGA TEATER DINASTI
'TIKUNGAN IBLIS' Karya Emha Ainun Nadjib
Teater Dinasti-KiaiKanjeng
Hari, Tanggal : Rabu, 19 November 2008
Pukul : 20.00 WIB - Selesai
Tempat : Gramedia Expo Surabaya
Jl. Basuki Rahmat 93-105 Surabaya
Penulis Naskah : Emha Ainun Nadjib
Tim Sutradara : Jujuk Prabowo, Fajar Suharno
Parampara/superviso r/kontributor gagasan: Emha Ainun Nadjib, Indra
Tranggono, Simon Hate, Toto Rahardjo, Fauzie Ridjal
Penata Musik: Bobiet Santoso
Art Director/Multimedia : Ipung Way Ming
Para Pemeran:
Joko Kamto : Smarabhumi/Ibllis
Novia Kolopaking : Siti Majnunah
Novi Budianto : Prawiro
Chithut DH : Prawito
Kumbo : Prawidi
Joko Kusnun : Prawikun
Fajar Suharno : Maula Hasarapala
Bambang Sosiawan : Maula Hajarala
Tertib Suratmo : Maula Jabarala
Untung Basuki : Maula Makahala
Jujuk Prabowo : Khabal
Jijit : Khabil
Para Tapel-tapel : Jemek Supardi, Agung Gareng, Toro Marhen,
Irfan, Whieka M, Rina, Delvi, Delina, Riska, Ve, Shelly, Ratri
Pemain Anak-anak : Hayya, Jembar, Dimas, Tido, Lintang, Krisna
PARA PEMUSIK:
Joko SP, Jijit, Yoyok, Bayu, Giyanto, Ardani, Pak Is, Bobiet,
Islamiyanto, Ari Blothong, Imam
HTM VIP: Rp.100.000, Lesehan: Rp.50.000
Info Tiket HuB : 031 721 51 221
'TIKUNGAN IBLIS' Karya Emha Ainun Nadjib
Teater Dinasti-KiaiKanjeng
Hari, Tanggal : Rabu, 19 November 2008
Pukul : 20.00 WIB - Selesai
Tempat : Gramedia Expo Surabaya
Jl. Basuki Rahmat 93-105 Surabaya
Penulis Naskah : Emha Ainun Nadjib
Tim Sutradara : Jujuk Prabowo, Fajar Suharno
Parampara/superviso r/kontributor gagasan: Emha Ainun Nadjib, Indra
Tranggono, Simon Hate, Toto Rahardjo, Fauzie Ridjal
Penata Musik: Bobiet Santoso
Art Director/Multimedia : Ipung Way Ming
Para Pemeran:
Joko Kamto : Smarabhumi/Ibllis
Novia Kolopaking : Siti Majnunah
Novi Budianto : Prawiro
Chithut DH : Prawito
Kumbo : Prawidi
Joko Kusnun : Prawikun
Fajar Suharno : Maula Hasarapala
Bambang Sosiawan : Maula Hajarala
Tertib Suratmo : Maula Jabarala
Untung Basuki : Maula Makahala
Jujuk Prabowo : Khabal
Jijit : Khabil
Para Tapel-tapel : Jemek Supardi, Agung Gareng, Toro Marhen,
Irfan, Whieka M, Rina, Delvi, Delina, Riska, Ve, Shelly, Ratri
Pemain Anak-anak : Hayya, Jembar, Dimas, Tido, Lintang, Krisna
PARA PEMUSIK:
Joko SP, Jijit, Yoyok, Bayu, Giyanto, Ardani, Pak Is, Bobiet,
Islamiyanto, Ari Blothong, Imam
HTM VIP: Rp.100.000, Lesehan: Rp.50.000
Info Tiket HuB : 031 721 51 221
13/09/08
Pentas Monolog Putu Wijaya
Sebuah kerjasama Yayasan Tikar Media Budaya Nusantara dan Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial dalam menyelenggarakan pementasan monolog dengan judul “Zetan” yang
dimainkan oleh Putu Wijaya. Untuk itu kami mengundang rekan-rekan dalam acara
yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 13 September 2008
Waktu : 19.30-selesai WIB
Tempat : Pendopo LKiS
Jl. Pura 1/1 Sorowajan Banguntapan Bantul
Hormat Kami,
Jarot Waskito
Koordinator
dimainkan oleh Putu Wijaya. Untuk itu kami mengundang rekan-rekan dalam acara
yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 13 September 2008
Waktu : 19.30-selesai WIB
Tempat : Pendopo LKiS
Jl. Pura 1/1 Sorowajan Banguntapan Bantul
Hormat Kami,
Jarot Waskito
Koordinator
07/08/08
Violin Recital
Dewan Kesenian Jakarta mempersembahkan
Violin Recital
Oleh:
Gabriel Ng, Violin
Inge Buniardi, Piano
Sabtu, 16 Agustus 2008
Pukul 19.30 WIB
Auditorium Erasmus Huis
Jl. H. R. Rasuna Said Kav. S-3
Kuningan, Jakarta Selatan
PROGRAM
* Cantabile - N. Paganini
* La Campanella, Op. 7 - N. Paganini
* Meditation - P.I. Tchaikovsky
* Scherzo - P.I. Tchaikovsky
* Carmen Fantasy, Op. 25 - P. Sarasate
* Poeme Elegiaque - E. Ysaye
* Sonata for Violin and Piano in A - C. Franck
INFORMASI UNDANGAN
Rp 35.000
Bapak Djoko: 021-912 93621 (09.00 – 21.00)
Nefa Firman
Staf Humas DKJ
Klik www.dkj.or.id untuk melihat agenda kegiatan Dewan Kesenian Jakarta
Violin Recital
Oleh:
Gabriel Ng, Violin
Inge Buniardi, Piano
Sabtu, 16 Agustus 2008
Pukul 19.30 WIB
Auditorium Erasmus Huis
Jl. H. R. Rasuna Said Kav. S-3
Kuningan, Jakarta Selatan
PROGRAM
* Cantabile - N. Paganini
* La Campanella, Op. 7 - N. Paganini
* Meditation - P.I. Tchaikovsky
* Scherzo - P.I. Tchaikovsky
* Carmen Fantasy, Op. 25 - P. Sarasate
* Poeme Elegiaque - E. Ysaye
* Sonata for Violin and Piano in A - C. Franck
INFORMASI UNDANGAN
Rp 35.000
Bapak Djoko: 021-912 93621 (09.00 – 21.00)
Nefa Firman
Staf Humas DKJ
Klik www.dkj.or.id untuk melihat agenda kegiatan Dewan Kesenian Jakarta
26/06/08
Pentas Negeri Boneka di TIM Jakarta
Dewan Kesenian Jakarta dalam Pentas Teater Tujuan,
mengundang Anda hadir dalam acara pementasan teater
Negeri Boneka
Karya: William Darmawan
oleh: Teater Kula
Jumat, 27 Juni 2008
Pukul 19.30 WIB
Sanggar Baru, Taman Ismail Marzuki
Cikini - Jakarta Pusat
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
â–ª Ranti Dradjat, Program Officer, t: 3193 76393193 7639 / 316 7280
â–ª Nefa Firman, Humas, hp: 0815 9262 176, e: laninapeppa@ yahoo.com. SG
Besar harapan kami agar Anda dapat hadir dalam acara ini. Terima kasih.
Klik www.dkj.or.id untuk melihat agenda kegiatan Dewan Kesenian Jakarta
mengundang Anda hadir dalam acara pementasan teater
Negeri Boneka
Karya: William Darmawan
oleh: Teater Kula
Jumat, 27 Juni 2008
Pukul 19.30 WIB
Sanggar Baru, Taman Ismail Marzuki
Cikini - Jakarta Pusat
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
â–ª Ranti Dradjat, Program Officer, t: 3193 76393193 7639 / 316 7280
â–ª Nefa Firman, Humas, hp: 0815 9262 176, e: laninapeppa@ yahoo.com. SG
Besar harapan kami agar Anda dapat hadir dalam acara ini. Terima kasih.
Klik www.dkj.or.id untuk melihat agenda kegiatan Dewan Kesenian Jakarta
18/06/08
Undangan Diskusi dan Pembacaan Puisi: CHAIRIL DAN KOTA, 26 - 2
Dewan Kesenian Jakarta mengundang Anda untuk hadir dalam acara :
Chairil dan Kota
Diskusi
Kamis, 26 Juni 2008
“Chairil Anwar dan sajak-sajaknya serta kaitannya dengan Kota Jakarta”
Pembicara:
Goenawan Mohamad
Arif Bagus Prasetyo
Marco Kusumawijaya
Moderator:
Nirwan Ahmad Arsuka
Jumat, 27 Juni 2008
“Chairil Anwar sebagai sumber inspirasi kalangan non-sastra”
Pembicara:
Rizal Mallarangeng
Robertus Robet
Ihsan Ali-Fauzi
Moderator:
Nirwan Ahmad Arsuka
Tempat:
Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki
Pukul 14.00—17.00 WIB
Pembacaan puisi
Penampil:
Rendra(dalam konfirmasi)
Putu Wijaya
Niniek L. Karim
Iman Soleh
Andi Mallarangeng
Anies Baswedan
Tempat:
Teater Studio Taman Ismail Marzuki
Pukul 19.30 WIB—selesai
* Terbuka untuk umum, tanpa dipungut biaya.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Endru Aditya, telp. (021) 3193 7639/3162780 / hp +62.817.652. 6450
Besar harapan kami agar Bapak/Ibu dapat hadir dalam acara ini. Terima kasih. Klik www.dkj.or.id untuk melihat agenda kegiatan Dewan Kesenian Jakarta.
Dewan Kesenian Jakarta" dewankesenianjakarta@yahoo.com
Chairil dan Kota
Diskusi
Kamis, 26 Juni 2008
“Chairil Anwar dan sajak-sajaknya serta kaitannya dengan Kota Jakarta”
Pembicara:
Goenawan Mohamad
Arif Bagus Prasetyo
Marco Kusumawijaya
Moderator:
Nirwan Ahmad Arsuka
Jumat, 27 Juni 2008
“Chairil Anwar sebagai sumber inspirasi kalangan non-sastra”
Pembicara:
Rizal Mallarangeng
Robertus Robet
Ihsan Ali-Fauzi
Moderator:
Nirwan Ahmad Arsuka
Tempat:
Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki
Pukul 14.00—17.00 WIB
Pembacaan puisi
Penampil:
Rendra(dalam konfirmasi)
Putu Wijaya
Niniek L. Karim
Iman Soleh
Andi Mallarangeng
Anies Baswedan
Tempat:
Teater Studio Taman Ismail Marzuki
Pukul 19.30 WIB—selesai
* Terbuka untuk umum, tanpa dipungut biaya.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Endru Aditya, telp. (021) 3193 7639/3162780 / hp +62.817.652. 6450
Besar harapan kami agar Bapak/Ibu dapat hadir dalam acara ini. Terima kasih. Klik www.dkj.or.id untuk melihat agenda kegiatan Dewan Kesenian Jakarta.
Dewan Kesenian Jakarta" dewankesenianjakarta@yahoo.com
05/06/08
VISUAL CELEBRATION - PLAYING WITH NATURE EXHIBITION
VISUAL CELEBRATION - PLAYING WITH NATURE, Sebuah Pameran Visual Yang
Mengapresiasikan Alam Sekitar Kita Jakarta, 16 Juni 2008. Limkokwing
University Jakarta mempersembahkan sebuah pameran fotografi, dan
ilustrasi yang bertajuk "Visual Celebration - Playing With Nature"
dengan jadwal 16 - 30 Juni 2008. Pameran yang menampilkan karya-karya
dari para mahasiswa tingkat I, dengan apresiasi personal mereka
terhadap lingkungan alam di sekitarnya. Meningkatnya fase kehidupan
masyarakat nampaknya perlahan-lahan mulai membuat kita terlena akan
eksistensi dan keindahan alam lingkungan di sekitar kita. Pameran
dengan tajuk "Visual Celebration - Playing With Nature" ini sekiranya
bisa menjadi persinggahan kita semua untuk mengapresiasikan terhadap
nilai-nilai estetika dari alam sekitar. Limkokwing University Jakarta
adalah sebuah institusi pendidikan yang memberikan pengajaran akademik
di bidang seni dan visual. Dan dengan pameran ini pemirsa diajak untuk
melihat interpretasi yang berbeda-beda dari para murid tingkat I
mereka terhadap nilai-nilai positif di lingkungan sekitar kita.
More Info, please feel free to contact us at anytime your convenience
at these numbers:
QB WORLD KEMANG
Phone 021 7180818 / 7181279 Fax 021 7180819
Qbkemanginfo@ yahoo.com
Regards,
R. Agung Hendra Gumilar
Store Supervisor & Promotion
Mengapresiasikan Alam Sekitar Kita Jakarta, 16 Juni 2008. Limkokwing
University Jakarta mempersembahkan sebuah pameran fotografi, dan
ilustrasi yang bertajuk "Visual Celebration - Playing With Nature"
dengan jadwal 16 - 30 Juni 2008. Pameran yang menampilkan karya-karya
dari para mahasiswa tingkat I, dengan apresiasi personal mereka
terhadap lingkungan alam di sekitarnya. Meningkatnya fase kehidupan
masyarakat nampaknya perlahan-lahan mulai membuat kita terlena akan
eksistensi dan keindahan alam lingkungan di sekitar kita. Pameran
dengan tajuk "Visual Celebration - Playing With Nature" ini sekiranya
bisa menjadi persinggahan kita semua untuk mengapresiasikan terhadap
nilai-nilai estetika dari alam sekitar. Limkokwing University Jakarta
adalah sebuah institusi pendidikan yang memberikan pengajaran akademik
di bidang seni dan visual. Dan dengan pameran ini pemirsa diajak untuk
melihat interpretasi yang berbeda-beda dari para murid tingkat I
mereka terhadap nilai-nilai positif di lingkungan sekitar kita.
More Info, please feel free to contact us at anytime your convenience
at these numbers:
QB WORLD KEMANG
Phone 021 7180818 / 7181279 Fax 021 7180819
Qbkemanginfo@ yahoo.com
Regards,
R. Agung Hendra Gumilar
Store Supervisor & Promotion
Panggung Visual Akademi Samali
PANGGUNG VISUAL AKADEMI SAMALI Menampilkan komik, ilustrasi,animasi, fotografi.
>>>>9-20 Juni 2008.
Pembukaan :
Senin, 9 Juni 2008
pk. 19:30~
Pameran :
10~20 Juni 2008
pk. 09:30-18:00
Minggu TUTUP.
Tempat : Galeri Mini The Japan Foundation, Jakarta.Gd.Summitma s Jl. Jend. Sudirman kav.61-62 Jakarta Selatan
>>>>9-20 Juni 2008.
Pembukaan :
Senin, 9 Juni 2008
pk. 19:30~
Pameran :
10~20 Juni 2008
pk. 09:30-18:00
Minggu TUTUP.
Tempat : Galeri Mini The Japan Foundation, Jakarta.Gd.Summitma s Jl. Jend. Sudirman kav.61-62 Jakarta Selatan
Klinik Teater Pentaskan 'Jaka Tarub'
KLINIK TEATER (Sekolah Tinggi Kesenian WILWATIKTA Surabaya), mementaskan adaptasi naskah Jaka Tarub karya Akhudiat. Pertunjukan berlangsung pada 14 Juni 2008, pukul 19.00 wib di Gedung Utama Balai Pemuda, jalan Gubernur Suryo 15 Surabaya.
Kerabat musik
Hendro Novi cs (6 orang)
Aktor
Deni Mish, Devi, Melo, Misbakh, I’im, Ayu, Madoen, Resti, Deny Tri Aryanti, Sony, Dwi Sas, Files, Amar, W Andi, Agung, Imam, Fuad
Artistik
Sutradara: Jumaali
Stage manager: Dedi Obeng
Tata panggung: Taufik
Tata lampu: Dayat
Tata bunyi: Subiantoro
Tata rias dan bunyi: Dw
Supervisor
Harwi, Agung, Indar Sabri
Sinopsis
Setelah menemukan selendang bidadari yang dicuri Jaka Tarub, Nawang Wulan minggat ke kahyangan. Begitulah kata dongeng. Jaka tak yakin. Dalam kondisi yang centang perentang seperti saat ini, bisa saja Wulan diekspor sebagai babu di Malaysia, main sinetron di Jakarta, sales promotion girl di plaza-plaza atau dijual sebagai pelacur di Dolly. Emansipasi membuat para perempuan tidak lagi dipercaya para pria sebagai sigaraing nyawa (garwa). Apalagi laki-laki harus mengasuh anak sebagai single parent. Jadi kalau sampeyan bertemu wanita cantik di plaza, airport, terminal atau lokalisasi wanita P, barangkali ia nawang Wulan yang sedang minggat menuju kahyangannya.
Kerabat musik
Hendro Novi cs (6 orang)
Aktor
Deni Mish, Devi, Melo, Misbakh, I’im, Ayu, Madoen, Resti, Deny Tri Aryanti, Sony, Dwi Sas, Files, Amar, W Andi, Agung, Imam, Fuad
Artistik
Sutradara: Jumaali
Stage manager: Dedi Obeng
Tata panggung: Taufik
Tata lampu: Dayat
Tata bunyi: Subiantoro
Tata rias dan bunyi: Dw
Supervisor
Harwi, Agung, Indar Sabri
Sinopsis
Setelah menemukan selendang bidadari yang dicuri Jaka Tarub, Nawang Wulan minggat ke kahyangan. Begitulah kata dongeng. Jaka tak yakin. Dalam kondisi yang centang perentang seperti saat ini, bisa saja Wulan diekspor sebagai babu di Malaysia, main sinetron di Jakarta, sales promotion girl di plaza-plaza atau dijual sebagai pelacur di Dolly. Emansipasi membuat para perempuan tidak lagi dipercaya para pria sebagai sigaraing nyawa (garwa). Apalagi laki-laki harus mengasuh anak sebagai single parent. Jadi kalau sampeyan bertemu wanita cantik di plaza, airport, terminal atau lokalisasi wanita P, barangkali ia nawang Wulan yang sedang minggat menuju kahyangannya.
02/06/08
Jadwal Ludruk Mojokerto, Juni 2008
JADWAL PENTAS LUDRUK KARYA BUDAYA MOJOKERTO, JUNI 2008:
Selasa Pahing, 3 Juni : Mojoroto, Kota Kediri
Sabtu Legi, 7 Juni : Sumber rame, Wringin anom, Gresik
Minggu, 8 Juni : Kedung Sumur, Krembung, Sidoarjo
Senin Pon, 9 Juni : Botok Patung, Trowulan
Jumat Pahing,13 Juni : Tirto yoso, Kuwak, Kediri
Sabtu Pon,14 Juni : Oro oro ombo, Kandangan, Kediri
Minggu Wage,15 Juni: Sumput, Driyorejo, Gresik
Senin Kliwon, 16 Juni : Gamping Tengah, Krian, Sidoarjo
Kamis Pon, 19 Juni : Simpang Lima, Gumul, Kediri
Sabtu Kliwon,21 Juni : Gadel Tengah, RT 3 RW 2 Surabaya
Minggu Legi, 22 Juni : Kebon Agung, Porong, Sidoarjo
Senin Kliwon, 23 Juni : Balong krai, Pulorejo, Mojokerto
Jumat Legi, 27 Juni :Segodo, Sumobito, Jombang
Sabtu Pahing, 28 Juni : Megalih, Jintel, Kedung adem, Bojonegoro
Minggu Pon, 29 Juni : Bekucuk, Sooko, Mojokerto
Informasi lengkap bisa menghubungi
Bapak Drs. H. Eko Edy Susanto,Msi [Cak Edy Karya],
Pimpinan Ludruk Karya Budaya,
Dusun Sukodono RT 02 RW 1, Desa Canggu, Kecamatan Jetis,
Kabupaten Mojokerto 61300, Jawa Timur
Tel (0321- 362847), Hp (081 231 89347)
Email: cakedikarya@ yahoo.com, cakedikarya@ gmail.com
http://ludrukkaryab udaya.multiply. com
Selasa Pahing, 3 Juni : Mojoroto, Kota Kediri
Sabtu Legi, 7 Juni : Sumber rame, Wringin anom, Gresik
Minggu, 8 Juni : Kedung Sumur, Krembung, Sidoarjo
Senin Pon, 9 Juni : Botok Patung, Trowulan
Jumat Pahing,13 Juni : Tirto yoso, Kuwak, Kediri
Sabtu Pon,14 Juni : Oro oro ombo, Kandangan, Kediri
Minggu Wage,15 Juni: Sumput, Driyorejo, Gresik
Senin Kliwon, 16 Juni : Gamping Tengah, Krian, Sidoarjo
Kamis Pon, 19 Juni : Simpang Lima, Gumul, Kediri
Sabtu Kliwon,21 Juni : Gadel Tengah, RT 3 RW 2 Surabaya
Minggu Legi, 22 Juni : Kebon Agung, Porong, Sidoarjo
Senin Kliwon, 23 Juni : Balong krai, Pulorejo, Mojokerto
Jumat Legi, 27 Juni :Segodo, Sumobito, Jombang
Sabtu Pahing, 28 Juni : Megalih, Jintel, Kedung adem, Bojonegoro
Minggu Pon, 29 Juni : Bekucuk, Sooko, Mojokerto
Informasi lengkap bisa menghubungi
Bapak Drs. H. Eko Edy Susanto,Msi [Cak Edy Karya],
Pimpinan Ludruk Karya Budaya,
Dusun Sukodono RT 02 RW 1, Desa Canggu, Kecamatan Jetis,
Kabupaten Mojokerto 61300, Jawa Timur
Tel (0321- 362847), Hp (081 231 89347)
Email: cakedikarya@ yahoo.com, cakedikarya@ gmail.com
http://ludrukkaryab udaya.multiply. com
23/05/08
Kebangkitan Budaya
Creative Culture bekerjasama dengan Darmawangsa Square The Citywalk dan the Occasion dalam rangka kebangkitan nasional akan mengadakan acara "Kebangkitan Budaya". Acara tersebut merupakan parade budaya yang kami selenggarakan dengan konsep site specific, dimana areal pusat perbelanjaan menjadi panggung pertunjukkan, dan memperkecil jarak interaksi antara pengisi acara dan pengunjung.
Acara tersebut akan kami selenggarakan pada:
Minggu, 25 Mei 2008
Pk. 11.00 - selesai
Darmawangsa The Citywalk
Jl. Darmawangsa VI, Jakarta Selatan
Adapun acara yang akan kami adakan adalah,
Pembacaan Puisi oleh Jose Rizal Manua
Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia, membawakan lagu-lagu daerah Indonesia
Fashion Show Batik Tulis dari berbagai daerah persembahan Nurani Budaya Indonesia, dalam bentuk kebaya, baju modern dan baju muslimah.
Pergelaran Musik Altajaru Sound Ensemble
Pergelaran Musik Perkusi Etnis, KunoKini
Pertunjukkan Tari Nusantara Spesial oleh IKJ Dance Company
Informasi dan Konfirmasi:
Alin 0818819944 / 081317969944
Diah 081299358492
Acara tersebut akan kami selenggarakan pada:
Minggu, 25 Mei 2008
Pk. 11.00 - selesai
Darmawangsa The Citywalk
Jl. Darmawangsa VI, Jakarta Selatan
Adapun acara yang akan kami adakan adalah,
Pembacaan Puisi oleh Jose Rizal Manua
Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia, membawakan lagu-lagu daerah Indonesia
Fashion Show Batik Tulis dari berbagai daerah persembahan Nurani Budaya Indonesia, dalam bentuk kebaya, baju modern dan baju muslimah.
Pergelaran Musik Altajaru Sound Ensemble
Pergelaran Musik Perkusi Etnis, KunoKini
Pertunjukkan Tari Nusantara Spesial oleh IKJ Dance Company
Informasi dan Konfirmasi:
Alin 0818819944 / 081317969944
Diah 081299358492
11/05/08
ADA APA DENGAN KUMIS
Indonesian Visual Art Archive & Galeri ASVIGUS
mengundang Anda pada pembukaan Pameran Tunggal Seni Rupa
ADA APA DENGAN KUMIS
karya Nanang Zulkarnaen
Jumat pahing, 9 Mei 2008 pukul 19.00 WIB
di IVAA Hobby Studio
Jalan Patehan Tengah 37 Yogyakarta
Pameran akan dibuka oleh Bapak Edo Pillu (Pemilik Galeri ASVIGUS)
pameran akan berlangsung 9 - 16 Mei 2008
Dimeriahkan oleh grup musik SOBAYA
--
Indonesian Visual Art Archive
Jl. Patehan Tengah no.37 Yogyakarta 55133 INDONESIA
tel. +62 274 375 247 tel/fax. +62 274 372 095
ivaa@ivaa-online. org ~ ivaa.library@ yahoo.com
http://www.ivaa- online.org/ ~ http://groups. yahoo.com/ group/ivaa- online/
mengundang Anda pada pembukaan Pameran Tunggal Seni Rupa
ADA APA DENGAN KUMIS
karya Nanang Zulkarnaen
Jumat pahing, 9 Mei 2008 pukul 19.00 WIB
di IVAA Hobby Studio
Jalan Patehan Tengah 37 Yogyakarta
Pameran akan dibuka oleh Bapak Edo Pillu (Pemilik Galeri ASVIGUS)
pameran akan berlangsung 9 - 16 Mei 2008
Dimeriahkan oleh grup musik SOBAYA
--
Indonesian Visual Art Archive
Jl. Patehan Tengah no.37 Yogyakarta 55133 INDONESIA
tel. +62 274 375 247 tel/fax. +62 274 372 095
ivaa@ivaa-online. org ~ ivaa.library@ yahoo.com
http://www.ivaa- online.org/ ~ http://groups. yahoo.com/ group/ivaa- online/
09/05/08
Semar Nggambar Semar, Sujiwo Tejo
Pameran Tunggal Lukisan karya Sujiwo Tejo
‘SEMAR NGGAMBAR SEMAR’
Jogja Gallery, Yogyakarta, 10 – 16 Mei 2008
Pembukaan pameran
Hari/Tanggal : Sabtu, 10 Mei 2008
Pukul : 19.00 WIB
Dibuka oleh : Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. [Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia]
Orang maupun kaum yang pertama kali bikin suasana bahwa torehan cat,
bentuk dan garis di atas kanvas itu ternyata, [maaf] jiancuk…bisa
juga disebut kesenian lho. Jadi saya agak kecipratan gaya dikit, bahwa
wuuah... sepertinya saya sedang berkesenian, bukan cuma corat-coret.
[email dari Sujiwo Tejo untuk Jogja Gallery, 21 Maret 1970]
Sujiwo Tejo merasa sangat tertarik pada Semar sejak 1994. Saat itu
pertama kali Mas Jiwo, demikian biasa dipanggil, menggubah lakon wayang
kulit sendiri, “Semar Mesem”. Dan dipentaskan untuk pertama
kalinya di Bentara Budaya Jakarta, sebelum akhirnya dikelilingkan di
beberapa kota seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Sala dan Surabaya.
Studio Mas Jiwo juga diberi nama Semar Mesem. Sampai-sampai mobilnya pun
memakai simbol Semar Mesem. Alasannya sangat personal dan sederhana.
Ketertarikan Mas Jiwo didahului oleh sebuah pertanyaan, “Mengapa Semar
oleh banyak dalang, kerap digambarkan membela Pandawa?” Pertanyaan
ini menimbulkan pengaruh besar terhadap posisi Semar di mata Mas Jiwo.
Setelah melakukan pembacaan dengan saksama kembali, Mas Jiwo merasa
bahwa ada yang harus di-’luruskan’. Ternyata bahwa Semar bukan
membela Pandawa, tetapi lebih pada membela kebenaran. Dalam pameran
tunggalnya kali ini, Mas Jiwo menampilkan 55 judul karya lukisnya.
Dalam kesempatan korespondensi dengan Mikke Susanto, kurator pameran
ini, tergambar bagaimana sosok Sujiwo Tejo terinspirasi beberapa
tokoh seni rupa nasional mau pun internasional. Berikut sedikit kutipan
diskusi proses berkarya Mas Jiwo dengan Mikke, “Aku arep nggambar Bung
Karno nuding, terus tulisan ‘Dan Aku Titipkan Negeri Ini Kepada
Semar.... baik Semar versi Affandi’ (ada corat-coret Semar gaya
Affandi), maupun Semar versi Djoko Pekik (tak nggambar Celeng rai Semar), atau
Semar Sadali (lukisan Semar model formal gaya ITB Bandung), Semar
Henry Mattisse eh ...Jeihan (Semar matanya item kayak Henry Mattisse),
Semar Gaya Heri Dono Se Edi-Edi Hara-nya...dan lain-lain....Semar
Raden Saleh (gambar Macan tarung ama Banteng tapi dua-duanya bermuka
Semar), o ya, Semarnya Lucia Hartini (gambar SEMAR dari gumpalan gumpalan
mendung) dan sebagainya....terakhir DAN TERUTAMA SEMARNYA JIWO-JIWO
SIAPA ITU...AH Ya, SUTEJO JIWO....(ada aku ndalang pegang
SEMAR)......HITAM PUTIH..” [Dikirim melalui email oleh Sujiwo Tejo
kepada Mikke Susanto, 21 Maret 1970].
Kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat meliput agenda pameran
tersebut.Tanpa mengurangi rasa hormat, surat ini sekaligus menjadi undangan
bagi Anda untuk bisa hadir pada acara pembukaan pameran pada Sabtu,
10 Mei 2008, pukul. 19.00 WIB di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No. 7,
Alun-alun Utara, Yogyakarta.
Sujiwo Tejo
Lahir 1962 di Jember Jawa Timur.
Pendidikan Jurusan Matematika ITB (1980-1985), Jurusan Teknik Sipil ITB (1981-1987).
Aktifitas Seni : Membawakan acara sastra radio swasta di Bandung
semasa kuliah. Aktif membantu penataan musik kelompok-kelompok teater di
Bandung semasa kuliah. Wartawan Kompas (1991-1997). Aktif mendalang
sejak 1994. Lakon pertama yang dibikinnya adalah Semar Mesem. Sejak
1998 aktif dalam penyutradraan teater di Jakarta. Menerbitkan 4 album
musik, terakhir Presiden Yaiyo (2007). Bermain dalam beberapa film
nasional seperti Telegram, Kafir dan lain-lain. Menulis buku Kelakar Madura
buat Gus Dur, Dalang Edan, The Sax, dan sampai kini aktif menulis kolom
di media massa antara lain rutin Koran Seputar Indonesia dan Majalah Area.
Aktifitas Pameran :
’Semar Nggambar Semar’, Jogja Gallery, Yogyakarta, 10 – 16 Mei
2008.
’Super Semar Mesem’, Galeri Surabaya, 11 Maret 2008.
’Hitam Putih Semar Mesem’, Jepara Executive Lounge, Balai Kartini,
Jakarta 1 November 2007.
Keterangan lain
Sponsor : www.sujiwotejo.com & Semar Mesem
Partner : Royal Garden Restaurant, PT Dakota, Novotel Hotel, Grand
Mercure, Malioboro Mall, Galeria Mall.
Media partner : Radio Sasando 90.3 FM, Radio Istakalisa 96.2 FM,
Radio Sonora 97.4 FM, Jogja TV 48 UHF, Majalah Gong, Majalah Kabare,
Kompas, Kedaulatan Rakyat, Truly Jogja, Radio Q 88.3 FM, Akseri, Radio
Star 101.3 FM, Radio Unisi 104.5 FM, I-Radio 88.7 FM, Radio Rakosa 105.3 FM.
Pameran berlangsung hingga 16 Mei 2008
Untuk pameran ini, galeri buka tiap hari 09.00 – 21.00 WIB
Jogja Gallery mengundang civitas akademika di seluruh Indonesia,
untuk mengikuti program ‘Apresiasi Seni untuk Pelajar’ setiap kali
pameran berlangsung. Dapatkan diskon tiket tanda masuk bagi rombongan
pelajar/mahasiswa.
Informasi selanjutnya, hubungi:
Jogja Gallery [JG]
Jalan Pekapalan No 7
Alun-alun Utara Yogyakarta 55000 INDONESIA
Phone +62 274 419999, 412021
Phone/Fax +62 274 412023
Phone/SMS +62 274 716188, +62 888 696 7227
Email jogjagallery@yahoo.co.id / info@jogja-gallery.com
http://jogja-gallery.com
NUNUK AMBARWATI
[m] +62 81 827 7073
[e+ym] qnansha@yahoo.com
[fs] www.friendster.com/qnansha
[blog] http://q-nansha.blogspot.com
‘SEMAR NGGAMBAR SEMAR’
Jogja Gallery, Yogyakarta, 10 – 16 Mei 2008
Pembukaan pameran
Hari/Tanggal : Sabtu, 10 Mei 2008
Pukul : 19.00 WIB
Dibuka oleh : Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. [Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia]
Orang maupun kaum yang pertama kali bikin suasana bahwa torehan cat,
bentuk dan garis di atas kanvas itu ternyata, [maaf] jiancuk…bisa
juga disebut kesenian lho. Jadi saya agak kecipratan gaya dikit, bahwa
wuuah... sepertinya saya sedang berkesenian, bukan cuma corat-coret.
[email dari Sujiwo Tejo untuk Jogja Gallery, 21 Maret 1970]
Sujiwo Tejo merasa sangat tertarik pada Semar sejak 1994. Saat itu
pertama kali Mas Jiwo, demikian biasa dipanggil, menggubah lakon wayang
kulit sendiri, “Semar Mesem”. Dan dipentaskan untuk pertama
kalinya di Bentara Budaya Jakarta, sebelum akhirnya dikelilingkan di
beberapa kota seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Sala dan Surabaya.
Studio Mas Jiwo juga diberi nama Semar Mesem. Sampai-sampai mobilnya pun
memakai simbol Semar Mesem. Alasannya sangat personal dan sederhana.
Ketertarikan Mas Jiwo didahului oleh sebuah pertanyaan, “Mengapa Semar
oleh banyak dalang, kerap digambarkan membela Pandawa?” Pertanyaan
ini menimbulkan pengaruh besar terhadap posisi Semar di mata Mas Jiwo.
Setelah melakukan pembacaan dengan saksama kembali, Mas Jiwo merasa
bahwa ada yang harus di-’luruskan’. Ternyata bahwa Semar bukan
membela Pandawa, tetapi lebih pada membela kebenaran. Dalam pameran
tunggalnya kali ini, Mas Jiwo menampilkan 55 judul karya lukisnya.
Dalam kesempatan korespondensi dengan Mikke Susanto, kurator pameran
ini, tergambar bagaimana sosok Sujiwo Tejo terinspirasi beberapa
tokoh seni rupa nasional mau pun internasional. Berikut sedikit kutipan
diskusi proses berkarya Mas Jiwo dengan Mikke, “Aku arep nggambar Bung
Karno nuding, terus tulisan ‘Dan Aku Titipkan Negeri Ini Kepada
Semar.... baik Semar versi Affandi’ (ada corat-coret Semar gaya
Affandi), maupun Semar versi Djoko Pekik (tak nggambar Celeng rai Semar), atau
Semar Sadali (lukisan Semar model formal gaya ITB Bandung), Semar
Henry Mattisse eh ...Jeihan (Semar matanya item kayak Henry Mattisse),
Semar Gaya Heri Dono Se Edi-Edi Hara-nya...dan lain-lain....Semar
Raden Saleh (gambar Macan tarung ama Banteng tapi dua-duanya bermuka
Semar), o ya, Semarnya Lucia Hartini (gambar SEMAR dari gumpalan gumpalan
mendung) dan sebagainya....terakhir DAN TERUTAMA SEMARNYA JIWO-JIWO
SIAPA ITU...AH Ya, SUTEJO JIWO....(ada aku ndalang pegang
SEMAR)......HITAM PUTIH..” [Dikirim melalui email oleh Sujiwo Tejo
kepada Mikke Susanto, 21 Maret 1970].
Kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat meliput agenda pameran
tersebut.Tanpa mengurangi rasa hormat, surat ini sekaligus menjadi undangan
bagi Anda untuk bisa hadir pada acara pembukaan pameran pada Sabtu,
10 Mei 2008, pukul. 19.00 WIB di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No. 7,
Alun-alun Utara, Yogyakarta.
Sujiwo Tejo
Lahir 1962 di Jember Jawa Timur.
Pendidikan Jurusan Matematika ITB (1980-1985), Jurusan Teknik Sipil ITB (1981-1987).
Aktifitas Seni : Membawakan acara sastra radio swasta di Bandung
semasa kuliah. Aktif membantu penataan musik kelompok-kelompok teater di
Bandung semasa kuliah. Wartawan Kompas (1991-1997). Aktif mendalang
sejak 1994. Lakon pertama yang dibikinnya adalah Semar Mesem. Sejak
1998 aktif dalam penyutradraan teater di Jakarta. Menerbitkan 4 album
musik, terakhir Presiden Yaiyo (2007). Bermain dalam beberapa film
nasional seperti Telegram, Kafir dan lain-lain. Menulis buku Kelakar Madura
buat Gus Dur, Dalang Edan, The Sax, dan sampai kini aktif menulis kolom
di media massa antara lain rutin Koran Seputar Indonesia dan Majalah Area.
Aktifitas Pameran :
’Semar Nggambar Semar’, Jogja Gallery, Yogyakarta, 10 – 16 Mei
2008.
’Super Semar Mesem’, Galeri Surabaya, 11 Maret 2008.
’Hitam Putih Semar Mesem’, Jepara Executive Lounge, Balai Kartini,
Jakarta 1 November 2007.
Keterangan lain
Sponsor : www.sujiwotejo.com & Semar Mesem
Partner : Royal Garden Restaurant, PT Dakota, Novotel Hotel, Grand
Mercure, Malioboro Mall, Galeria Mall.
Media partner : Radio Sasando 90.3 FM, Radio Istakalisa 96.2 FM,
Radio Sonora 97.4 FM, Jogja TV 48 UHF, Majalah Gong, Majalah Kabare,
Kompas, Kedaulatan Rakyat, Truly Jogja, Radio Q 88.3 FM, Akseri, Radio
Star 101.3 FM, Radio Unisi 104.5 FM, I-Radio 88.7 FM, Radio Rakosa 105.3 FM.
Pameran berlangsung hingga 16 Mei 2008
Untuk pameran ini, galeri buka tiap hari 09.00 – 21.00 WIB
Jogja Gallery mengundang civitas akademika di seluruh Indonesia,
untuk mengikuti program ‘Apresiasi Seni untuk Pelajar’ setiap kali
pameran berlangsung. Dapatkan diskon tiket tanda masuk bagi rombongan
pelajar/mahasiswa.
Informasi selanjutnya, hubungi:
Jogja Gallery [JG]
Jalan Pekapalan No 7
Alun-alun Utara Yogyakarta 55000 INDONESIA
Phone +62 274 419999, 412021
Phone/Fax +62 274 412023
Phone/SMS +62 274 716188, +62 888 696 7227
Email jogjagallery@yahoo.co.id / info@jogja-gallery.com
http://jogja-gallery.com
NUNUK AMBARWATI
[m] +62 81 827 7073
[e+ym] qnansha@yahoo.com
[fs] www.friendster.com/qnansha
[blog] http://q-nansha.blogspot.com
08/05/08
LEBEDINAYA PESNA (Anton Chekov), Komunitas Tombo Ati, Jombang
KOMUNITAS TOMBO ATI JOMBANG mempersembahkan
Pentas Teater LEBEDINAYA PESNA
(NYANYIAN ANGSA - Anton Chekov )
Di Plaza Theater Jombang
Sabtu, 10 Mei 2008
19.00 wib
Diskusi Teater bersama HALIM HD, Networker Kebudayaan, tinggal di Surabaya
Minggu, 11 Mei 2008
10.00 dan 15.00 wib
Produksi
KOMUNITAS TOMBO ATI
Jl. Arief Rahman Hakim 7
Jombang 61411
email:kta_jombang@ yahoo.co. id
http://tomboatijomb ang.multiply. com
http://tomboatijomb ang.wordpress. com
Informasi:
Imam Ghozali 0888 530 44 97.
Teima kasih.
STAF PRODUKSI DAN ARTISTIK
1. Staf Produksi
Pimpinan Produksi : Mas Purwono
Keuangan : Novicha
Tiketing : Afifah
Pemasaran : Firman Hadi Fanani, Tommy, Ferry, Kawan Vikri
Umum : Ubang Balado
Penerima Tamu : Dinda, Devin, Icha, Sasay, Adit, Yoyok
Konsumsi : Elyn Aprilia, Atik
Dokumentasi : Suko Wardoyo
2. Staf Artistik
Sutradara : Imam Ghozali Ar
Penata Busana dan Rias : Irul An
Penata Panggung : Cristian Tripilu
Penata Lampu : Andy Gondrong
Penata Musik : Zaidan Jimbrak
Fotografer : Luhur Dwipangga, Anas, Mukhafi Ahmad
Grafis : Dana Prasetya
Pimpinan Panggung : Nanda Sukmana
Pemain
Vassili Vasslitch : Nanda Sukmana
Nikita Ivanitch : Bakir Ramlan
CHEKHOV DAN LEBEDINAYA PESNA
Oleh Imam Ghozali Ar
01
Sejak tahun 1840-an berkembanglah aliran realisme dalam kesusastraan Rusia, meski bayang-bayang pengaruh romantik masih cukup kuat. Perhatian utama kaum realis adalah masalah-masalah sosial dan politik. Tokoh pertama yang muncul dari aliran ini ialah Ivan Turgenev, novelis, dan dramawan yang dengan baik memahami kondisi masyarakat Rusia saat itu. Karyanya yang penting, Corat-coret Seorang Olahragawan (1852), melukiskan sikap simpatik para petani-budak yang digambarkannya berjiwa lebih mulia daripada para tuan tanah yang kasar dan tamak; Rudin (1856) serta Ayah dan Anak (1862), menggambarkan rasa frustrasi kaum intelektual muda yang menyaksikan keterbelakangan bangsanya namun tak kuasa berbuat banyak karena saat untuk perubahan belum sampai. Selain itu, Turgenev juga gemar mengolah tema-tema percintaan seperti terlihat dalam Asya (1858), Cinta Pertama (1860), dan Sebulan di Desa (1850).
Tokoh kedua, Ivan Goncharov, beraliran politik liberal. Novel terkenalnya, Oblomov (1859), berkisah tentang konflik batin seorang tuan tanah dengan pikir-pikiran liberalnya. Alexander Ostrowsky, seorang penulis drama yang produktif, banyak mengecam kelas menengah bangsanya yang dinilainya tamak, tidak jujur dan ingin berkuasa, terutama para pedagangnya. Karya-karyanya antara lain adalah Kekayaan Bukan Kejahatan (1854), kisah pedagang yang mengawinkan anak gadisnya dengan seorang bajingan kaya, Badai (1860) yang mengisahkan penderitaan seorang istri akibat sikap tirani ibu mertuanya yang kaya.
Puncak realisme terjadi pada tahun 1860 dan 1870an di tangan dua sastrawan besar Rusia, Leo Tolstoy dan Fyodor Dostoyewsky. Tolstoy menulis novel-noveI tebal mengenai tahap kehidupan manusia sejak lahir sampai mati yang menekankan keagungan spiritual manusia. Novel-novelnya antara lain Perang dan Damai (1869), Anna Karenina (1875-1877), Kematian Ivan Ilyits (1886), dan novel-novel biografi serta fabel. Dostoyewsky terkenal karena novel-novelnya menggarap konflik-konflik kejiwaan manusia, seperti tergambar dalam bukunya Kejahatan dan Hukuman (1866), Karamazov Bersaudara (1880), dan berbagai karyarya yang lain.
Pada saat surutnya aliran realisme di Rusia tahun 1890-an akibat kerasnya tsar menekan kaum reformis, kesusastraan Rusia banyak menghasilkan drama dan cerita pendek dari dua tokoh termasyhurnya, Anton Chekhov dan Maxim Gorki.
02
Lengkapnya bernama Anton Pavlovich Chekhov. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama Anton Chekhov. Lahir di Taganrog, 29 Januari 1860. Chekhov adalah anak ketiga dari enam bersaudara dari seorang ayah Pavel Yegorovich Chekhov. Kakeknya adalah seorang petani hamba yang pada tahun 1841 harus menebus kebebasannya. Pada tahun 1875, ayahnya kabur secara diam-diam dari Moskwa untuk menghindari “lubang hutang”, yang kemudian disusul oleh anggota keluarganya yang lain. Maka, Chekhov yang masih berusia 15 tahun dan waktu itu bersekolah di gimnasium (semacam sekolah menengah) terpaksa harus hidup sendirian. Selama tiga tahun Chekhov berjuang menyelesaikan pelajaranya sembari menjadi sekolah guru bagi murid-murid yang terbelakang.
Setelah lulus dari gimnastium dan mendapat kartu tanda dewasa, tepatnya tahun 1879, Chekov mengikuti keluarganya ke Moskow dan melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran di universitas setempat setelah mendapatkan beasiswa dari dewan kota. Selama di perguruan tinggi, Chekov mulai berkenalan dengan dunia sastra. Pada tahun 1880 cerpennya pertama muncul dengan judul “ Surat Tuan Daerah Don, Stepan Vladimirovich, kepada tetangganya yang terpelajar, Dokter Friedrich ” dan dimuat di majalah Strekoza. Mulai tahun 1882, ia mengirimkan karya-karyanya yang berupa humor, cerita pendek, dan sketsa ke jurnal humor, St. Petersburg Journal untuk membantu perekonomian keluarganya. Pada saat menulis, ia tidak pernah mengklaim atas keunggulan artistik karya-karyanya. Ia menulis sekedar untuk mendapatkan uang karena pada waktu itu ia diharapkan bakal menjadi sandaran keluarga serta menggantikan ayahnya sebagai kepala keluarga sebelum ayahnya meninggal.
Pada periode 1880-an, karya-karya Chekov banyak menertawakan sikap masa bodoh para tuan tanah penghuni padang rumput di daerah Don yang sangat miskin (seperti cerpennya yang pertama kali muncul). Selanjutnya keluar cerita-cerita senada dimana manusia suka mendahulukan yang remeh temeh. Dalam periode ini kadangkala menggempur masalkah kemasyarakatan yang menonjol dan penting seperti yang tertera dalam cerita “Cerita Bandot dan Seorang Nona” dan “Pengakuan”. Chekov juga sangat membenci dengan sistem negara birokrasi dan negara polisi yang menyuburkan korupsi dan praktek penjilatan seperti tampak dalam cerita “Kegembiraan”.
Pada tahun 1884, ia lulus kedokteran dengan gelar tabib dan dokter uyezd (daerah setingkat kabupaten). Teks drama Lebedinaya Pesna ‘Nyanyian Angsa’ ditulis pada tahun 1886 untuk kepentingan pentas studi. Teks lakon ini disadur dari sebuah cerpen ‘Khalkas’ . Pada tahun 1888 ia mulai terkenal sebagai pengarang komik dan menulis teks lakon yang berjudul Lyesshi ‘Setan Kayu’ (1890) yang menjadi dasar dari pembuatan drama Dyadya Vanya ‘Paman Vanya’ (1896). Pada tahun ini pula ia menerbitkan karya pertamanya dalam bentuk cerita panjang, Steppe, di majalah Sewerny Vestnik. Pada tahun 1888 ia menyelesaikan Racckaz Uzhasny ’Cerita yang menyeramkan’, juga meneruskan cerita Ivanov yang disusunnya sejak tahun 1887 dan berhasil menyabet pengharagaan Pushkin pada tahun 1888.
Pada tahun 1890, ia melakukan ekspedisi ke Pulau Shakalin untuk belajar obat-obatan dan menjadi dokter; dia menyelediki dan melaporkan kondisi koloni tempat orang-orang buangan (terhukum) ; dia mengkapalkan ratusan buku untuk perpustakaan dan mendirikan tiga sekolah di desa; dia mengorganisasikan aturan-aturan untuk melindungi dari epidemi dan merawat pasien tanpa serubel pun bayaran yang didapatkannya karena tidak tahan akan kepedihan nasib sesamanya. Di tempat itu ia mewawancarai seluruh penghuni yang terdiri dari narapidana dan orang-orang buangan. Pada tahun 1892 dengan bantuan penerbit koran "Novoye Vremia" A.S. Suvorin, ia melakukan perjalanan ke Venesia, Roma dan Prancis.
Sepulangnya dari luar negeri, ia membeli sebidang perkebunan di Meliokhovo di Distrik Serphukov, tak jauh dari Moscow. Di tempat tersebut ia tinggal bersama ibunya, ayahnya, dan saudara perempuannya, Maria. Di Meliokhovo ia kerap dikunjungi oleh teman-teman ( termasuk Pengarang realis Maxim Gorky dan Ivan Bunin ) dan anggota keluarga lain. Di Distrik Serphukov ia mendirikan sekolah dan mendirikan rumah sakit untuk membantu menanggulangi wabah kolera yang sedang berjangkit saat itu.
Karena aktivitasnya dalam bidang sosial, ia disukai oleh petani dan pegawai badan pertanahan setempat (Zemstvo). Di tengah-tengah kesibukannya dalam bidang sosial ia masih sempat menyelesaikan karya-karya besarnya. Di Meliokhovo, Chekov menghasilkan beberapa cerita pendek seperti Poprigonya ’ Capung’ (1892), Palata no. 6 ‘Kamar No.6’ (1892). Pada tahun 1890-an terlihat bahwa kepengarangan Chekhov telah menunjukkan kematangan.
Pada bulan Maret 1897, penyakit TBCnya semakin parah sampai-sampai mengalami pendarahan lambung. Tanah pertanian di Meliokhovo dijual dan pindah ke Yalta, peristirahatan tanjung Crimean. Ia menikah dengan Olga Kniper (salah satu artis pendukung drama-dramanya) pada tahun 1901. Olga Knipper, tidak membuang karirnya sebagai seorang aktris terkemuka di Moscow Art Theatre (yang didirikan oleh Konstantin Stanislavsky dan Nemirovich-Danchenk o), baik pada saat suaminya hidup maupun setelah kematiannya. Lalu Chekov menulis Tri Syestri ‘Tiga Saudari’ (1901),-- sebuah drama bagus namun tidak begitu banyak dipentaskan. Pada tahun 1904 karya paling monumentalnya, Visnenevhy Sad ‘ Kebun Cherri’, ditulis pada saat akan menemui ajalnya. Chekov wafat di tempat tidur Hotel Baden Weiler Spa, Jerman, pada 1 Juli 1904, pada saat beristirahat dan dimakamkan di Novodevichy Monastery, Rusia, pada tanggal 9 Juli 1904.
03
Sebagai teks lakon, Lebedinaya Pesna menyoal tentang hubungan antara manusia, waktu, dan kegelisahan- kegelisahannya ketika waktu ternyata hanya tinggal sejumlah jejak masa lalu yang menyisakan hari tua dan kesunyian. Di situ tak ada lagi masa depan, kecuali serangkaian peristiwa di belakang yang melahirkan kembali hasrat, kesedihan, obsesi, dan kesadaran pada martabat eksistensi di tengah kesepian dan bayang-bayang keputusasaan.
Dan dalam konteks Vassili Vassilitch sebagai seorang aktor tua, seluruhnya itu mendadak ditemukannya dalam gedung teater yang telah sepi usai pertunjukan. Panggung dan kursi-kursi penonton yang lengang seakan-akan menjebaknya untuk masuk ke dalam kenyataan bahwa banyak peristiwa telah dilewatinya di belakang, yang akhirnya hanya menyisakan kenyataan bahwa ia kini merasa sendirian.
Vassili seakan-akan berkonflik dengan waktu, dengan seluruh kenangan yang mengantarkannya ke dalam pertarungan di dalam dirinya sendiri; antara kekecewaan, kesunyian, dan hasrat menemukan kembali serpihan masa lalunya sebagai aktor untuk lalu seluruhnya itu menjadi semacam keyakinan, bahwa bakat seni dan kegairahannya bisa mengatasi kesepian, penyakit dan hari tua. Tapi toh, pada akhirnya Vassili tetap harus menemukan ujung kenyataan dirinya, bahwa ia hanya seorang aktor tua yang kesepian di atas panggung teater yang telah ditinggalkan penonton.
Kesepian Vassili sebagai lelaki tua -- gedung dan panggung teater seusai pertunjukan telah menjadi sebuah korelasi psikologi ruang yang menarik, yang langsung menyaran pada imajinasi tentang waktu bersama jejak yang ditinggalkannya. Bahkan panggung dan gedung teater yang murung serta sepi di situ seakan-akan menjadi representasi dari Vassili Vassilitch. Dalam tubuh Vassili seluruh kemurungan itu berusaha dilawannya. Perlawanan atas kemurungan serupa ini menjadi semacam upaya untuk mencari kembali pemaknaan hidup dan eksistensi dengan masuk dan luluh ke dalam setiap kenangan. Di sisi lain hal ini bisa dibaca sebagai kehendak untuk tidak menyerah pada realitas waktu.
Sebagai sebuah teks yang dipresentasikan KTA menjadi peristiwa teater, Lebedinaya Pesna, dalam konteks tokoh Vassili Vassilitich, adalah menghadirkan aktor dalam tubuh aktor. Kenyataan ini bisa dimaknai bahwa memerankan Vassili Vassilitch memiliki makna yang bisa ditarik menjadi hubungan biografis. Hubungan biografi antara aktor yang memerankannya dan aktor yang diperankannya yang sekonyong-konyong menyediakan semacam peluang untuk mengeksplorasi wilayah pemeranan.
Pilihan KTA mengusung Lebedinaya Pesna dengan para aktor-aktor lamanya dapat dikatakan sebagai pilihan yang menurut saya: Pas, karena dapat memberikan peluang seluas-luasnya kepada mereka untuk menemukan hubungan biografis antara aktor dan tokoh yang diperankan dan hal tersebut membutuhkan kesetian terhadap keaktoran sebagai kata kerja, bukan semata-mata keinginan untuk melakukan ziarah dan kelangenan.
SARI KISAH LEBEDINAYA PESNA
Ini sebuah kisah tentang aktor tua yang terjebak di ruang waktu.Seorang tua yang pemabuk dan renta. Yang tertidur pulas di ruang rias. Yang saat itu pertunjukan sudah lama berlalu.
Ketika terjaga tiba-tiba hatinya terasa kosong. Masa lalunya, ketika menjadi bintang panggung, mencuat berkelojotan dalam kenangan suka dan duka. Gairah muda dan kekecewaan saling menindih membaur menjadi satu. Dan yang tersisa hanyalah: kesepian bak seekor angsa tua di tengah telaga hutan belantara, yang hanya bisa berteriak, berkeroang, dan menggelepar untuk menyongsong ajal.
HISTORIOGRAFI KOMUNITAS TOMBO ATI
Komunitas Tombo Ati adalah laboratorium seni dan budaya. Sejarah berdirinya tergolong unik, setelah bertahun-tahun berkumpul bersama di antara beberapa orang yang suka seni, tanpa disadari keinginan untuk membangun wadah adalah hal yang musti dilakukan. Suatu ketika mereka menggarap musik sholawat dalam even festival sebagai kepedulian pada kegiatan seni. Dan lagu yang digarap adalah puji-pujian yang biasa disenandungkan di surau-suara, salah satunya adalah lagu Tombo Ati. Berangkat dari sinilah nama Komunitas Tombo Ati lahir, tepatnya 3 Agustus 1996 di kota Jombang.
Didirikan oleh beberapa penggagas yang sebelumnya sudah malang melintang di dunia seni pertunjukan. Sejak 9 tahun yang lalu, komitmen berkesenian Komunitas Tombo Ati bertumpu pada musik dan teater. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang bagi anggota dalam berekspresi, baik yang berbackground musik maupun berbackground teater. Dua bulan berdiri, mendapat kepercayaan untuk mewakili Jawa Timur dalam event Festival Teater tingkat nasional di Bandung. Memperoleh penghargaan dan pemerintah RI sebagai penyaji terbaik melalui “Makam Bisu” (Oktober 1996 – stdr. Imam Ghozali AR). Sejak itu, komunitas ini semakin dikenal atas keterlibatannya dalam berbagai event seni budaya.
Dalam reportoar yang digarap (pertunjukan musik maupun teater), Bb Yuke adalah sosok yang mendapat tempat “tersendiri” bagi Komunitas Tombo Ati. Sebagai kelompok yang kental dengan potensi musik, dengan manifestasi pentunjukan ngRuwat (Agustus 1997 – arr. Bb Yuke), Moesik-Moesik (Juli 1999 – arr. Bb Yuke), Nyes (Nopember 1999 – arr. Adi), Orasi Pandu (Agustus 2000 – arr. Adi), Wong Gugat (Juli 2001 – arr. Bb Yuke/kel. musik Gong), Pernikahan Agung I (2003 – arr. Bb Yuke), Nakamitsu (Pebruari 2002 – Bb Yuke/Tt. Gabah), Wabah (April 2003 – Arr. Bb Yuke/Tt. Gabah), Pernikahan Agung II (Juni 2003 – arr. Bb Yuke), dan reportoar musik yang terakhir adalah Musik Loak (Agustus 2004 – arr. Bb Yuke/Tt. Akar), Dispotank (Desember 2007).
Di samping musik Komunitas Tombo Ati juga akrab dengan reportoar teaternya. Tujuh Dosa Mematikan (Agustus 1996 – strd. Irul An), Makam Bisu (Oktober 1996 – stdr. Imam Ghozali AR), Bila (Desember 1997 – stdr. Irul An), Dokter Tiban (Maret 1998, – stdr. Irul An dan 2001 – stdr. Imam Ghozali AR), TUK (Oktober 1998 – stdr. Irul An/Inswiardi) , NOL (Oktober 1999 – stdr. Imam Ghozali AR), Julius Caesar, (2000, 2001, 2002, 2004 – stdr. Irul An) peraih 6 penghargaan dari 7 kategori dalam Festival Teater Jawa Timur di Mojokerto (2000), dipentaskan keliling di Surabaya, Jember, dan Malang (September 2001), serta dipentaskan pada FSS 2004 di Surabaya, Sang Pengacara (Juli 2002 - Fat), Semar Gugat (September 2002 – stdr. Imam Ghozali AR), Ngenteni Pinggir Terop (Pebruari 2005 – stdr. Irul An), dan terakhir menyapa publik seni lewat reportoar San Pek Eng Tay (September 2006—Stdr. Imam Ghozali Ar), Kapai-Kapai (Agustus dan Desember 2006, Stdr. Imam Ghozali Ar)
Selain bermusik dan berteater, Komunitas ini juga menjadi media belajar, kongkow-kongkow, dan diskusi, mewadahi problema anak muda yang senantiasa gelisah. Berbekal kepedulian terhadap kemajuan seni dan budaya, Komunitas Tombo Ati yang bersanggar di sebuah sekolah dasar tepatnya SDN Jombatan V Jombang. Jalan Arif Rahman Hakim No 7, senantiasa membuka tangan untuk terwujudnya impian untuk sebuah masa depan yang lebih baik. Kontak : Bapak Imam Ghozali AR ,Hp 0888 53 04 497.
BIOGRAFI SUTRADARA
IMAM GHOZALI AR. Lahir di Jombang, 28 April 1965. Malang melintang di jagad perteateran sejak tahun 1982. Beberapa karyanya telah mendapat penghargaan, baik di tingkat regional maupun nasional. Beberapa reportoar yang pernah ditulis, meliputi : JKLA ( 1988), JKSA (1989), Rayap Rayap (1990), Luka Memanjang (1992), Tujuh Dosa Mematikan (1994), Benyal (1990),Orasi Kota Santri (1996), Puisi Panjang Manusia Sepi (2003).
Beberapa karya pementasannya tak terhitung jumlahnya. Yang sempat terekam, yaitu JKLA (Blitar 1992), JKLA (Batu-Malang, 1989), Rayap Rayap (Kediri, 1990), Benyal (Surabaya, 1990), Pasar Bubrah (Surabaya, 1991) Kapai-Kapai (Jombang, 1986 dan 1992), Kocak Kacik (Jombang, 1990), Nyonya Aoi (Malang, 1990), Orasi Kota Santri ( Drama Kolosal 750 pemain, 1996), Orasi Anak Zaman (Drama Kolosal 1500 pemain, 1996), Makam Bisu (Bandung, 1996), Dokter Gadungan (Jombang, 1994), Nol (Jombang, 1995), sebagai aktor lakon Julius Caesar (Jombang-Surabaya- Malang-Jember, 2002), Semar Gugat (Jombang, 2001), Puisi Panjang Manusia Sepi (Yogyakarta, 2003), San Pek Eng Tay (Jombang, 2005), Kapai-Kapai (Jombang dan Surabaya 2006).
Dalam bidang Penelitian, beberapa karya telah dihasilkannya, meliputi: Eksistensialisme Putu Wijaya (1986), Revitalisasi Besutan (1998, Pesan Profetik Arifin C. Noer (1998), Aspek Mantifact dan Sosiofact Serat Jaka Sabar (2000),Serat Joko Sabar: Sebuah Kajian Filologis (2001), Revitalisasi Wayang Topeng Jati Duwur (2004), Revitalisasi Sandur Manduro (2005). Sekarang sedang menyipkan penelitian terbarunya yakni Melacak Sejarah Berdirinya Kota Jombang bersama tim peneliti dari UGM.
Alumnus Pascasarjana (Program S-2, BKU Filologi), Universitas Padjajaran Bandung ini, aktif juga dalam bidang pendampingan teater pelajar di Jombang dan seorang perintis/pelopor pertumbuhan dan perkembangan teater se Jombang. Seain itu, dia aktif diundang sebagai pengamat kesenian dan sebagai pembicara dalam kegiatan workshop dan diskusi dalam berbagai peristiwa kebudayaan. Sekarang bekerja sebagai guru/dosen sembari nyambi sebagai pemulung manuscript dan cerita-cerita lisan/puisi rakyat yang berkembang di kota Jombang. HP 0888 53 04 497.
Terima Kasih Kepada
Allah SWT. Muhammad SAW. Keluarga besar Komunitas Tombo Ati. Juga istri dan suami. Anak-anak kami. Keluarga Besar SDN Jombatan V Jombang, Kantor Parbupora Jombang, Mas Jalal, Mas Dana, HMJ Bina STKIP PGRI Jombang, Neo Rubah, Sansesus SMADA Jombang, Komunitas Teater Jombang, dan Para Donatur yang dengan ikhlas menyukseskan acara ini, serta orang-orang tercinta yang berempati kepada kami yang tak mau disebut namanya.
Pentas Teater LEBEDINAYA PESNA
(NYANYIAN ANGSA - Anton Chekov )
Di Plaza Theater Jombang
Sabtu, 10 Mei 2008
19.00 wib
Diskusi Teater bersama HALIM HD, Networker Kebudayaan, tinggal di Surabaya
Minggu, 11 Mei 2008
10.00 dan 15.00 wib
Produksi
KOMUNITAS TOMBO ATI
Jl. Arief Rahman Hakim 7
Jombang 61411
email:kta_jombang@ yahoo.co. id
http://tomboatijomb ang.multiply. com
http://tomboatijomb ang.wordpress. com
Informasi:
Imam Ghozali 0888 530 44 97.
Teima kasih.
STAF PRODUKSI DAN ARTISTIK
1. Staf Produksi
Pimpinan Produksi : Mas Purwono
Keuangan : Novicha
Tiketing : Afifah
Pemasaran : Firman Hadi Fanani, Tommy, Ferry, Kawan Vikri
Umum : Ubang Balado
Penerima Tamu : Dinda, Devin, Icha, Sasay, Adit, Yoyok
Konsumsi : Elyn Aprilia, Atik
Dokumentasi : Suko Wardoyo
2. Staf Artistik
Sutradara : Imam Ghozali Ar
Penata Busana dan Rias : Irul An
Penata Panggung : Cristian Tripilu
Penata Lampu : Andy Gondrong
Penata Musik : Zaidan Jimbrak
Fotografer : Luhur Dwipangga, Anas, Mukhafi Ahmad
Grafis : Dana Prasetya
Pimpinan Panggung : Nanda Sukmana
Pemain
Vassili Vasslitch : Nanda Sukmana
Nikita Ivanitch : Bakir Ramlan
CHEKHOV DAN LEBEDINAYA PESNA
Oleh Imam Ghozali Ar
01
Sejak tahun 1840-an berkembanglah aliran realisme dalam kesusastraan Rusia, meski bayang-bayang pengaruh romantik masih cukup kuat. Perhatian utama kaum realis adalah masalah-masalah sosial dan politik. Tokoh pertama yang muncul dari aliran ini ialah Ivan Turgenev, novelis, dan dramawan yang dengan baik memahami kondisi masyarakat Rusia saat itu. Karyanya yang penting, Corat-coret Seorang Olahragawan (1852), melukiskan sikap simpatik para petani-budak yang digambarkannya berjiwa lebih mulia daripada para tuan tanah yang kasar dan tamak; Rudin (1856) serta Ayah dan Anak (1862), menggambarkan rasa frustrasi kaum intelektual muda yang menyaksikan keterbelakangan bangsanya namun tak kuasa berbuat banyak karena saat untuk perubahan belum sampai. Selain itu, Turgenev juga gemar mengolah tema-tema percintaan seperti terlihat dalam Asya (1858), Cinta Pertama (1860), dan Sebulan di Desa (1850).
Tokoh kedua, Ivan Goncharov, beraliran politik liberal. Novel terkenalnya, Oblomov (1859), berkisah tentang konflik batin seorang tuan tanah dengan pikir-pikiran liberalnya. Alexander Ostrowsky, seorang penulis drama yang produktif, banyak mengecam kelas menengah bangsanya yang dinilainya tamak, tidak jujur dan ingin berkuasa, terutama para pedagangnya. Karya-karyanya antara lain adalah Kekayaan Bukan Kejahatan (1854), kisah pedagang yang mengawinkan anak gadisnya dengan seorang bajingan kaya, Badai (1860) yang mengisahkan penderitaan seorang istri akibat sikap tirani ibu mertuanya yang kaya.
Puncak realisme terjadi pada tahun 1860 dan 1870an di tangan dua sastrawan besar Rusia, Leo Tolstoy dan Fyodor Dostoyewsky. Tolstoy menulis novel-noveI tebal mengenai tahap kehidupan manusia sejak lahir sampai mati yang menekankan keagungan spiritual manusia. Novel-novelnya antara lain Perang dan Damai (1869), Anna Karenina (1875-1877), Kematian Ivan Ilyits (1886), dan novel-novel biografi serta fabel. Dostoyewsky terkenal karena novel-novelnya menggarap konflik-konflik kejiwaan manusia, seperti tergambar dalam bukunya Kejahatan dan Hukuman (1866), Karamazov Bersaudara (1880), dan berbagai karyarya yang lain.
Pada saat surutnya aliran realisme di Rusia tahun 1890-an akibat kerasnya tsar menekan kaum reformis, kesusastraan Rusia banyak menghasilkan drama dan cerita pendek dari dua tokoh termasyhurnya, Anton Chekhov dan Maxim Gorki.
02
Lengkapnya bernama Anton Pavlovich Chekhov. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama Anton Chekhov. Lahir di Taganrog, 29 Januari 1860. Chekhov adalah anak ketiga dari enam bersaudara dari seorang ayah Pavel Yegorovich Chekhov. Kakeknya adalah seorang petani hamba yang pada tahun 1841 harus menebus kebebasannya. Pada tahun 1875, ayahnya kabur secara diam-diam dari Moskwa untuk menghindari “lubang hutang”, yang kemudian disusul oleh anggota keluarganya yang lain. Maka, Chekhov yang masih berusia 15 tahun dan waktu itu bersekolah di gimnasium (semacam sekolah menengah) terpaksa harus hidup sendirian. Selama tiga tahun Chekhov berjuang menyelesaikan pelajaranya sembari menjadi sekolah guru bagi murid-murid yang terbelakang.
Setelah lulus dari gimnastium dan mendapat kartu tanda dewasa, tepatnya tahun 1879, Chekov mengikuti keluarganya ke Moskow dan melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran di universitas setempat setelah mendapatkan beasiswa dari dewan kota. Selama di perguruan tinggi, Chekov mulai berkenalan dengan dunia sastra. Pada tahun 1880 cerpennya pertama muncul dengan judul “ Surat Tuan Daerah Don, Stepan Vladimirovich, kepada tetangganya yang terpelajar, Dokter Friedrich ” dan dimuat di majalah Strekoza. Mulai tahun 1882, ia mengirimkan karya-karyanya yang berupa humor, cerita pendek, dan sketsa ke jurnal humor, St. Petersburg Journal untuk membantu perekonomian keluarganya. Pada saat menulis, ia tidak pernah mengklaim atas keunggulan artistik karya-karyanya. Ia menulis sekedar untuk mendapatkan uang karena pada waktu itu ia diharapkan bakal menjadi sandaran keluarga serta menggantikan ayahnya sebagai kepala keluarga sebelum ayahnya meninggal.
Pada periode 1880-an, karya-karya Chekov banyak menertawakan sikap masa bodoh para tuan tanah penghuni padang rumput di daerah Don yang sangat miskin (seperti cerpennya yang pertama kali muncul). Selanjutnya keluar cerita-cerita senada dimana manusia suka mendahulukan yang remeh temeh. Dalam periode ini kadangkala menggempur masalkah kemasyarakatan yang menonjol dan penting seperti yang tertera dalam cerita “Cerita Bandot dan Seorang Nona” dan “Pengakuan”. Chekov juga sangat membenci dengan sistem negara birokrasi dan negara polisi yang menyuburkan korupsi dan praktek penjilatan seperti tampak dalam cerita “Kegembiraan”.
Pada tahun 1884, ia lulus kedokteran dengan gelar tabib dan dokter uyezd (daerah setingkat kabupaten). Teks drama Lebedinaya Pesna ‘Nyanyian Angsa’ ditulis pada tahun 1886 untuk kepentingan pentas studi. Teks lakon ini disadur dari sebuah cerpen ‘Khalkas’ . Pada tahun 1888 ia mulai terkenal sebagai pengarang komik dan menulis teks lakon yang berjudul Lyesshi ‘Setan Kayu’ (1890) yang menjadi dasar dari pembuatan drama Dyadya Vanya ‘Paman Vanya’ (1896). Pada tahun ini pula ia menerbitkan karya pertamanya dalam bentuk cerita panjang, Steppe, di majalah Sewerny Vestnik. Pada tahun 1888 ia menyelesaikan Racckaz Uzhasny ’Cerita yang menyeramkan’, juga meneruskan cerita Ivanov yang disusunnya sejak tahun 1887 dan berhasil menyabet pengharagaan Pushkin pada tahun 1888.
Pada tahun 1890, ia melakukan ekspedisi ke Pulau Shakalin untuk belajar obat-obatan dan menjadi dokter; dia menyelediki dan melaporkan kondisi koloni tempat orang-orang buangan (terhukum) ; dia mengkapalkan ratusan buku untuk perpustakaan dan mendirikan tiga sekolah di desa; dia mengorganisasikan aturan-aturan untuk melindungi dari epidemi dan merawat pasien tanpa serubel pun bayaran yang didapatkannya karena tidak tahan akan kepedihan nasib sesamanya. Di tempat itu ia mewawancarai seluruh penghuni yang terdiri dari narapidana dan orang-orang buangan. Pada tahun 1892 dengan bantuan penerbit koran "Novoye Vremia" A.S. Suvorin, ia melakukan perjalanan ke Venesia, Roma dan Prancis.
Sepulangnya dari luar negeri, ia membeli sebidang perkebunan di Meliokhovo di Distrik Serphukov, tak jauh dari Moscow. Di tempat tersebut ia tinggal bersama ibunya, ayahnya, dan saudara perempuannya, Maria. Di Meliokhovo ia kerap dikunjungi oleh teman-teman ( termasuk Pengarang realis Maxim Gorky dan Ivan Bunin ) dan anggota keluarga lain. Di Distrik Serphukov ia mendirikan sekolah dan mendirikan rumah sakit untuk membantu menanggulangi wabah kolera yang sedang berjangkit saat itu.
Karena aktivitasnya dalam bidang sosial, ia disukai oleh petani dan pegawai badan pertanahan setempat (Zemstvo). Di tengah-tengah kesibukannya dalam bidang sosial ia masih sempat menyelesaikan karya-karya besarnya. Di Meliokhovo, Chekov menghasilkan beberapa cerita pendek seperti Poprigonya ’ Capung’ (1892), Palata no. 6 ‘Kamar No.6’ (1892). Pada tahun 1890-an terlihat bahwa kepengarangan Chekhov telah menunjukkan kematangan.
Pada bulan Maret 1897, penyakit TBCnya semakin parah sampai-sampai mengalami pendarahan lambung. Tanah pertanian di Meliokhovo dijual dan pindah ke Yalta, peristirahatan tanjung Crimean. Ia menikah dengan Olga Kniper (salah satu artis pendukung drama-dramanya) pada tahun 1901. Olga Knipper, tidak membuang karirnya sebagai seorang aktris terkemuka di Moscow Art Theatre (yang didirikan oleh Konstantin Stanislavsky dan Nemirovich-Danchenk o), baik pada saat suaminya hidup maupun setelah kematiannya. Lalu Chekov menulis Tri Syestri ‘Tiga Saudari’ (1901),-- sebuah drama bagus namun tidak begitu banyak dipentaskan. Pada tahun 1904 karya paling monumentalnya, Visnenevhy Sad ‘ Kebun Cherri’, ditulis pada saat akan menemui ajalnya. Chekov wafat di tempat tidur Hotel Baden Weiler Spa, Jerman, pada 1 Juli 1904, pada saat beristirahat dan dimakamkan di Novodevichy Monastery, Rusia, pada tanggal 9 Juli 1904.
03
Sebagai teks lakon, Lebedinaya Pesna menyoal tentang hubungan antara manusia, waktu, dan kegelisahan- kegelisahannya ketika waktu ternyata hanya tinggal sejumlah jejak masa lalu yang menyisakan hari tua dan kesunyian. Di situ tak ada lagi masa depan, kecuali serangkaian peristiwa di belakang yang melahirkan kembali hasrat, kesedihan, obsesi, dan kesadaran pada martabat eksistensi di tengah kesepian dan bayang-bayang keputusasaan.
Dan dalam konteks Vassili Vassilitch sebagai seorang aktor tua, seluruhnya itu mendadak ditemukannya dalam gedung teater yang telah sepi usai pertunjukan. Panggung dan kursi-kursi penonton yang lengang seakan-akan menjebaknya untuk masuk ke dalam kenyataan bahwa banyak peristiwa telah dilewatinya di belakang, yang akhirnya hanya menyisakan kenyataan bahwa ia kini merasa sendirian.
Vassili seakan-akan berkonflik dengan waktu, dengan seluruh kenangan yang mengantarkannya ke dalam pertarungan di dalam dirinya sendiri; antara kekecewaan, kesunyian, dan hasrat menemukan kembali serpihan masa lalunya sebagai aktor untuk lalu seluruhnya itu menjadi semacam keyakinan, bahwa bakat seni dan kegairahannya bisa mengatasi kesepian, penyakit dan hari tua. Tapi toh, pada akhirnya Vassili tetap harus menemukan ujung kenyataan dirinya, bahwa ia hanya seorang aktor tua yang kesepian di atas panggung teater yang telah ditinggalkan penonton.
Kesepian Vassili sebagai lelaki tua -- gedung dan panggung teater seusai pertunjukan telah menjadi sebuah korelasi psikologi ruang yang menarik, yang langsung menyaran pada imajinasi tentang waktu bersama jejak yang ditinggalkannya. Bahkan panggung dan gedung teater yang murung serta sepi di situ seakan-akan menjadi representasi dari Vassili Vassilitch. Dalam tubuh Vassili seluruh kemurungan itu berusaha dilawannya. Perlawanan atas kemurungan serupa ini menjadi semacam upaya untuk mencari kembali pemaknaan hidup dan eksistensi dengan masuk dan luluh ke dalam setiap kenangan. Di sisi lain hal ini bisa dibaca sebagai kehendak untuk tidak menyerah pada realitas waktu.
Sebagai sebuah teks yang dipresentasikan KTA menjadi peristiwa teater, Lebedinaya Pesna, dalam konteks tokoh Vassili Vassilitich, adalah menghadirkan aktor dalam tubuh aktor. Kenyataan ini bisa dimaknai bahwa memerankan Vassili Vassilitch memiliki makna yang bisa ditarik menjadi hubungan biografis. Hubungan biografi antara aktor yang memerankannya dan aktor yang diperankannya yang sekonyong-konyong menyediakan semacam peluang untuk mengeksplorasi wilayah pemeranan.
Pilihan KTA mengusung Lebedinaya Pesna dengan para aktor-aktor lamanya dapat dikatakan sebagai pilihan yang menurut saya: Pas, karena dapat memberikan peluang seluas-luasnya kepada mereka untuk menemukan hubungan biografis antara aktor dan tokoh yang diperankan dan hal tersebut membutuhkan kesetian terhadap keaktoran sebagai kata kerja, bukan semata-mata keinginan untuk melakukan ziarah dan kelangenan.
SARI KISAH LEBEDINAYA PESNA
Ini sebuah kisah tentang aktor tua yang terjebak di ruang waktu.Seorang tua yang pemabuk dan renta. Yang tertidur pulas di ruang rias. Yang saat itu pertunjukan sudah lama berlalu.
Ketika terjaga tiba-tiba hatinya terasa kosong. Masa lalunya, ketika menjadi bintang panggung, mencuat berkelojotan dalam kenangan suka dan duka. Gairah muda dan kekecewaan saling menindih membaur menjadi satu. Dan yang tersisa hanyalah: kesepian bak seekor angsa tua di tengah telaga hutan belantara, yang hanya bisa berteriak, berkeroang, dan menggelepar untuk menyongsong ajal.
HISTORIOGRAFI KOMUNITAS TOMBO ATI
Komunitas Tombo Ati adalah laboratorium seni dan budaya. Sejarah berdirinya tergolong unik, setelah bertahun-tahun berkumpul bersama di antara beberapa orang yang suka seni, tanpa disadari keinginan untuk membangun wadah adalah hal yang musti dilakukan. Suatu ketika mereka menggarap musik sholawat dalam even festival sebagai kepedulian pada kegiatan seni. Dan lagu yang digarap adalah puji-pujian yang biasa disenandungkan di surau-suara, salah satunya adalah lagu Tombo Ati. Berangkat dari sinilah nama Komunitas Tombo Ati lahir, tepatnya 3 Agustus 1996 di kota Jombang.
Didirikan oleh beberapa penggagas yang sebelumnya sudah malang melintang di dunia seni pertunjukan. Sejak 9 tahun yang lalu, komitmen berkesenian Komunitas Tombo Ati bertumpu pada musik dan teater. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang bagi anggota dalam berekspresi, baik yang berbackground musik maupun berbackground teater. Dua bulan berdiri, mendapat kepercayaan untuk mewakili Jawa Timur dalam event Festival Teater tingkat nasional di Bandung. Memperoleh penghargaan dan pemerintah RI sebagai penyaji terbaik melalui “Makam Bisu” (Oktober 1996 – stdr. Imam Ghozali AR). Sejak itu, komunitas ini semakin dikenal atas keterlibatannya dalam berbagai event seni budaya.
Dalam reportoar yang digarap (pertunjukan musik maupun teater), Bb Yuke adalah sosok yang mendapat tempat “tersendiri” bagi Komunitas Tombo Ati. Sebagai kelompok yang kental dengan potensi musik, dengan manifestasi pentunjukan ngRuwat (Agustus 1997 – arr. Bb Yuke), Moesik-Moesik (Juli 1999 – arr. Bb Yuke), Nyes (Nopember 1999 – arr. Adi), Orasi Pandu (Agustus 2000 – arr. Adi), Wong Gugat (Juli 2001 – arr. Bb Yuke/kel. musik Gong), Pernikahan Agung I (2003 – arr. Bb Yuke), Nakamitsu (Pebruari 2002 – Bb Yuke/Tt. Gabah), Wabah (April 2003 – Arr. Bb Yuke/Tt. Gabah), Pernikahan Agung II (Juni 2003 – arr. Bb Yuke), dan reportoar musik yang terakhir adalah Musik Loak (Agustus 2004 – arr. Bb Yuke/Tt. Akar), Dispotank (Desember 2007).
Di samping musik Komunitas Tombo Ati juga akrab dengan reportoar teaternya. Tujuh Dosa Mematikan (Agustus 1996 – strd. Irul An), Makam Bisu (Oktober 1996 – stdr. Imam Ghozali AR), Bila (Desember 1997 – stdr. Irul An), Dokter Tiban (Maret 1998, – stdr. Irul An dan 2001 – stdr. Imam Ghozali AR), TUK (Oktober 1998 – stdr. Irul An/Inswiardi) , NOL (Oktober 1999 – stdr. Imam Ghozali AR), Julius Caesar, (2000, 2001, 2002, 2004 – stdr. Irul An) peraih 6 penghargaan dari 7 kategori dalam Festival Teater Jawa Timur di Mojokerto (2000), dipentaskan keliling di Surabaya, Jember, dan Malang (September 2001), serta dipentaskan pada FSS 2004 di Surabaya, Sang Pengacara (Juli 2002 - Fat), Semar Gugat (September 2002 – stdr. Imam Ghozali AR), Ngenteni Pinggir Terop (Pebruari 2005 – stdr. Irul An), dan terakhir menyapa publik seni lewat reportoar San Pek Eng Tay (September 2006—Stdr. Imam Ghozali Ar), Kapai-Kapai (Agustus dan Desember 2006, Stdr. Imam Ghozali Ar)
Selain bermusik dan berteater, Komunitas ini juga menjadi media belajar, kongkow-kongkow, dan diskusi, mewadahi problema anak muda yang senantiasa gelisah. Berbekal kepedulian terhadap kemajuan seni dan budaya, Komunitas Tombo Ati yang bersanggar di sebuah sekolah dasar tepatnya SDN Jombatan V Jombang. Jalan Arif Rahman Hakim No 7, senantiasa membuka tangan untuk terwujudnya impian untuk sebuah masa depan yang lebih baik. Kontak : Bapak Imam Ghozali AR ,Hp 0888 53 04 497.
BIOGRAFI SUTRADARA
IMAM GHOZALI AR. Lahir di Jombang, 28 April 1965. Malang melintang di jagad perteateran sejak tahun 1982. Beberapa karyanya telah mendapat penghargaan, baik di tingkat regional maupun nasional. Beberapa reportoar yang pernah ditulis, meliputi : JKLA ( 1988), JKSA (1989), Rayap Rayap (1990), Luka Memanjang (1992), Tujuh Dosa Mematikan (1994), Benyal (1990),Orasi Kota Santri (1996), Puisi Panjang Manusia Sepi (2003).
Beberapa karya pementasannya tak terhitung jumlahnya. Yang sempat terekam, yaitu JKLA (Blitar 1992), JKLA (Batu-Malang, 1989), Rayap Rayap (Kediri, 1990), Benyal (Surabaya, 1990), Pasar Bubrah (Surabaya, 1991) Kapai-Kapai (Jombang, 1986 dan 1992), Kocak Kacik (Jombang, 1990), Nyonya Aoi (Malang, 1990), Orasi Kota Santri ( Drama Kolosal 750 pemain, 1996), Orasi Anak Zaman (Drama Kolosal 1500 pemain, 1996), Makam Bisu (Bandung, 1996), Dokter Gadungan (Jombang, 1994), Nol (Jombang, 1995), sebagai aktor lakon Julius Caesar (Jombang-Surabaya- Malang-Jember, 2002), Semar Gugat (Jombang, 2001), Puisi Panjang Manusia Sepi (Yogyakarta, 2003), San Pek Eng Tay (Jombang, 2005), Kapai-Kapai (Jombang dan Surabaya 2006).
Dalam bidang Penelitian, beberapa karya telah dihasilkannya, meliputi: Eksistensialisme Putu Wijaya (1986), Revitalisasi Besutan (1998, Pesan Profetik Arifin C. Noer (1998), Aspek Mantifact dan Sosiofact Serat Jaka Sabar (2000),Serat Joko Sabar: Sebuah Kajian Filologis (2001), Revitalisasi Wayang Topeng Jati Duwur (2004), Revitalisasi Sandur Manduro (2005). Sekarang sedang menyipkan penelitian terbarunya yakni Melacak Sejarah Berdirinya Kota Jombang bersama tim peneliti dari UGM.
Alumnus Pascasarjana (Program S-2, BKU Filologi), Universitas Padjajaran Bandung ini, aktif juga dalam bidang pendampingan teater pelajar di Jombang dan seorang perintis/pelopor pertumbuhan dan perkembangan teater se Jombang. Seain itu, dia aktif diundang sebagai pengamat kesenian dan sebagai pembicara dalam kegiatan workshop dan diskusi dalam berbagai peristiwa kebudayaan. Sekarang bekerja sebagai guru/dosen sembari nyambi sebagai pemulung manuscript dan cerita-cerita lisan/puisi rakyat yang berkembang di kota Jombang. HP 0888 53 04 497.
Terima Kasih Kepada
Allah SWT. Muhammad SAW. Keluarga besar Komunitas Tombo Ati. Juga istri dan suami. Anak-anak kami. Keluarga Besar SDN Jombatan V Jombang, Kantor Parbupora Jombang, Mas Jalal, Mas Dana, HMJ Bina STKIP PGRI Jombang, Neo Rubah, Sansesus SMADA Jombang, Komunitas Teater Jombang, dan Para Donatur yang dengan ikhlas menyukseskan acara ini, serta orang-orang tercinta yang berempati kepada kami yang tak mau disebut namanya.
Langganan:
Postingan (Atom)