Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

17/11/09

ETALASE BUDAYA PANJI 2009

Cerita Panji adalah karya cipta yang merupakan simbol pertama kebangkitan sastra lisan dari Jawa Timur sebagai wilayah kerajaan besar yang menyatukan nusantara. Dari sudut tertentu, Cerita Panji bahkan dapat bersanding dengan dua epos raksasa yaitu Mahabarata dan Ramayana yang penyebarannya beriringan dengan agama Hindu di Jawa. Sehingga Cerita Panji menjadi sebuah alternatif atau produk budaya sanding (kalau tak disebut budaya tanding - counter culture) seniman Jawa pada masa itu terhadap dua epos tadi. Terlebih wilayah penyebarannya hingga ke berbagai daerah di nusantara hingga ke seluruh wilayah Asia Tenggara, terutama Thailand dan Madagaskar.

Bermula dari sastra lisan, Cerita Panji kemudian merasuk dalam berbagai seni pertunjukan rakyat. Dalam perkembangannya, muncul berbagai varian baru cerita Panji dalam pertunjukan tersebut sehingga semakin menambah kekayaan khasanah sastra lisan tersebut. Hal ini tidak terlepas dari kreativitas dalang atau komunitas setempat yang menghidupi masing-masing seni pertunjukan itu. Dalam pertunjukan Wayang Topeng misalnya, banyak ditemukan lakon-lakon baru yang bersumber dari cerita Panji. Demikian pula dalam seni pertunjukan lainnya yang juga berbasis cerita Panji. Sementara ada pula seni pertunjukan yang seperti menggenggam erat cerita Panji seolah-olah menjadi pakem yang tak perlu diubah.

Dalam seni pertunjukan itu lantas juga muncul karya-karya tari yang bernuansa cerita Panji, seperti Tari Gunungsari, Tari Panji, Tari Ayon-ayon (Tari Golek Ayun-ayun?) dan sebagainya. Sementara itu, visualisasi cerita Panji dari sastra lisan menjadi seni pertunjukan melahirkan konsekuensi tersendiri, yaitu menghadirkan bentuk fisiknya sendiri, terutama dalam hal perwajahan. Dalam Wayang Beber misalnya, sosok-sosok pelaku dalam cerita Panji muncul dalam bentuk seni rupa dua dimensi yang sangat berbeda dengan sosok wayang pada umumnya. Visualisasi tokoh-tokoh dalam wayang Beber ini sangat unik, bahkan mirip dengan seni rupa modern di Barat yang tentu lahirnya lebih belakangan ketimbang Wayang Beber itu sendiri. Demikian pula visualisasi tokoh-tokoh cerita Panji dalam Wayang Topeng misalnya.

Dari latar belakang seperti itulah maka diselenggarakan acara bernama ETALASE BUDAYA PANJI dengan memfokuskan dari sisi keseniannya.

MAKSUD DAN TUJUAN

Menciptakan suatu forum untuk menunjukkan kekayaan budaya Panji dalam berbagai bentuk ekspresi kesenian.
Mengajak berbagai pihak (termasuk kalangan generasi muda) untuk peduli terhadap budaya Panji sebagai potensi budaya Jawa Timur yang layak dikenali dengan baik sebagai sumber kreatif.
Mempromosikan obyek wisata budaya dalam kaitannya dengan budaya Panji.
Menciptakan peluang industri kreatif berbasis budaya Panji kepada masyarakat.

WAKTU DAN TEMPAT

Diselenggarakan tanggal 15 - 22 November 2009
di Pendapa Utama Candi Penataran, Kab. Blitar
dan kompleks Makam Bung Karno (amphitheater dan perpustakaan) , Kota Blitar

PENYELENGGARA

Dewan Kesenian Jawa Timur, bekerjasama dengan
Dewan Kesenian Kota Blitar dan
Dewan Kesenian Kabupaten Blitar

PESERTA
- Seniman - Budayawan
- Kalangan pelajar
- MGMP Kesenian
- Masyarakat setempat



JADWAL ACARA


Minggu – Minggu: 15 – 22 November 2009
Pameran di Perpustakaan Nasional Bung Karno
(Dibuka mulai Minggu pagi, 15 November 2009)

- Lukisan Wayang Beber
- Pameran Komik Panji, Narsen, Surakarta
- Pameran Topeng Panji (koleksi Reno Surabaya dan Malang)
- Pameran Wayang Krucil (Kediri)
- Pameran Wayang Thengul (Bojonegoro)
- Pameran dan Peragaan Batik motif Panji (Banyuwangi)
- Pameran Buku-buku Panji


Minggu, 15 November
Tempat : Amphitheatre, Kota Blitar

Pukul 18.00 :
Pembukaan
Peragaan Busana Batik (Blitar)
Mocopat Panji (Blitar)
Peragaan Tari Topeng (Blitar)
Pemutaran Film Animasi Panji (karya Narsen)
Sarasehan Budaya Panji


Sabtu, 21 November
Tempat : Altar Candi Penataran

Pukul 13.00 – 17.00:
- Reog Ponorogo, Blitar
- Pembukaan (sambutan-sambutan)
- Mocopat Panji (Klaten)
- Tarian Topeng Sandur Jombang
Pukul 19.00 – selesai
- Kentrung Sumeh, Blitar
- Jaranan Ketoprak (Japrak), Blitar

Minggu, 22 November
Pukul 09.00 – 12.00: Sarasehan Peduli Penataran
Pukul 13.00 – 17.00:
- Jaranan Senterewe, Kediri
- Tari Gunungsari, Malang
Pukul 19.00 – selesai
- Penutupan
- Wayang Beber, Pacitan
- Wayang Topeng, Malang






ACARA PENDUKUNG

Pasar Rakyat di Penataran
Festival Dolanan Anak

KEPANITIAAN

Penanggungjawab : Ketua Umum Dewan Kesenian Jatim
Ketua : Nasar Bathati
Panitia Pengarah : Henri Nurcahyo, Heri “Lentho” Prasetyo, Syahlan Husein, Meimura
PO. Pagelaran : Rakhmad Giryadi
PO . Pameran : Nonot Sukrasmono
PO . Sastra : Mashuri
PO . Pemutaran Film : Mahayana Wisnu Wardhana, Galih S. Ahmad

Panitia Pelaksana :
- Dewan Kesenian Kabupaten Blitar
- Dewan Kesenian Kota Blitar



Surabaya, 22 Oktober 2009


Kontak person:
1.Henri Nurcahyo 08123100832
2.Nasar Bathati 081 730 6239
3.Syahlan Husain 08175241219



Informasi:
Dewan Kesenian Jawa Timur
Jl. Wisata Menanggal
Surabaya 60234
Telp/fax 031-8554304
Email:dk_jatim@ yahoo.com
www.brangwetan. com
www.dewankesenianja tim.com

31/07/08

Aku Anak Indonesia, Kreatif, Mandiri, Semangat dan Bahagia

Ardhanari Production, Darmawangsa Square dan The Occasion
Mengundang anda hadir pada acara
Memperingati Hari Anak Nasional 2008
“Aku Anak Indonesia , Kreatif, Mandiri, Semangat dan Bahagia”

Minggu, 27 Juli 2008
Pk. 13.00 – selesai
Darmawangsa Square the Citywalk

Acara:
Pertunjukkan gamelan (SLB-C Wimar Asih)
Pertunjukkan musik daur ulang (SD Ricci Bintaro)
Pembacaan Puisi (Maarsja)
Pertunjukkan Piano Tunggal (Edlyn Alifa Ardifari)
Paduan Suara Anak (PSA Sirnagalih)
Pergelaran Tari Tradisional (Griya Listya Budaya

Saksikan Kreatifitas 20 pelukis anak juga di Darmawangsa Square

Jangan lewatkan, penampilan anak-anak Indonesia yang Luar Biasa!!
Dengan Cinta dan Menerima mereka apa adanya, mereka hebat berkarya!

Konfirmasi dan Informasi:
Alin 0818819944/08131796 9944
Uci 08129745473

25/07/08

Pesta Budaya Melayu Sumatra Utara

Suku Melayu adalah salah satu suku yang berdiam di Sumatra Utara. Dalam ensiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu (1991) disebutkan bahwa Melayu adalah kelompok masyarakat yang berbahasa Melayu, mengamalkan Adat Melayu dan bergamaislam. Kesan perjalanan sejarah yang menjadikan nama Melayu sebagai identitas kelompok beragama islam berbeda dengan kelompok yang masih beragama tradisi. Maka identitas islam itu bersamaan dengan nama Melayu sebagai ciri ke-Melayu-annya

Dalam Kompas online tanggal 7 May 2007 dengan tajuk "TamanSri Deli, Cagar Budaya yang Carut Marut"disebutkan bahwa: Puak Melayu boleh saja berkibar
dijagat ini. Namun, bagaimana di Medan?. Di daerah pusat Kesultanan Deli ini, justru
berbuah ironi. Simbol-simbol kejayaan Puak Melayu, satu per satu ditelan
kemajuan zaman. Gedung Mahkamah Syariah, gedung Kerapatan Adat, Kampung
Soeltan, Rumah Panggung dikota Matsum, gedung eks Balai Pustaka, gedung eks
pendidikan sekolah dan sebagainya yang merupakan beberapa simbol kejayaan Melayu,
hanya tinggal bekas. Undang-undang No. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya
tak mampu melindungi simbol-simbol kejayaan Puak Melayu tersebut. Kebanggan
etnis Melayu di kota Medan, kini hanya tinggal Masjid Raya Al- Mansoen, Istana
Maimoon, Masjid Soletan Ma'mon Al-Rasjid di kecamatan Medan Labuhan dan Taman
Sri Deli.

Warisan budaya Melayu lainnya adalah tradisi lisan yang banyak dijumpai dan berkembang luas dikalangan komunitas Melayu. Dalam tradisi lisan itu banyak dikisahkan heroisme orang Melayu, perlawanannya dan kepiawiannya. Tradisi
lisan itu diantaranya adalah teks Hikayat Hang Tuah (HHT), Sejarah Melayu (SM),
Hikayat Merong Mahawangsa (HMM), Hikayat Kedah (HK) ataupun Hikayat Patani (HP)

Demikian pula dalam permainan(game) , Syaiffudin (dalam Sinar 2002) adalah sebagai berikut: 1) permainan Rimbang, 2) Engglek, 3) Congkak, 4) Ajung, 5) Bilon, 6) Incit-incit Semut, 7) Umpat-umpatan atau Alip berondok, 8)Gasing, 9) Guli atau Tortup, 10) layang-layang, 11) lomba tempurung, 12) musang dan Ayam, 13) pasang, 14) Alip Jongkok, 15) Alip Jindong, 16) Tilu-tiluan atau Gotoi, 17) Cina Buta (tamtam buku) 18)kuda Mandi, 19) Patuk Lele, 20) perang-perangan dan lain-lain.

Dilema Melayu pada dua dasawarsa terakhir adalah ketertinggalannya di kancah publik. Orang Melayu hampir saja tercecer sebagai dampak kompetisi yang menyeruak ke berbagai aspek. Bahkan, sebagai etnik host kotaMedan, orang Melayu banyak yang terpinggirkan. Demikian pula dalam hal tradisi budaya yang dilawankan dengan budaya global dan instan. Akan tetapi, seiring dengan pendidikan serta adanya kesadaran untuk maju, akhirnya orang Melayu mulai dapat meretas kebuntuan untuk dapat bersaing dengan kelompok suku lainya. Orang Melayu tidak lagi menjadi rakyat penunggu tanah jaluran atau mencari sisa-sisa kejayaan Kesultanan Melayu ditengah-tengah puing-puing reruntuhan kejayaan Kesultanan Melayu dimasa lalu itu, namun pemahaman atas keterbelakangannya itu, menjadi cambuk untuk mencapai era kemajuan etniknya.
Bagaimanapun juga jika "Melayu Adalah Sahabat Semua Suku", maka
negeri Melayu adalah negeri dimana setiap orang dapat beraktifitas, berjuang
dan memajukan budaya masing-masing tanpa suatu difrensiasi dan segmentasi
berdasar primordialisme.
Berangkat dari dasar pemikiran diatas, Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Cabang Sumatra Utara bekerjasama dengan Museum Negeri Sumatra Utara dan Asosiasi Museum Indonesia Pengurus Daerah Sumatra Utara bermaksud melakukan kegiatan dengan tema PESTA BUDAYA MELAYU SUMATRA UTARA.

Secara Keseluruhan Kegiatan ini direncanakan
akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Senin-Rabu, 04-06 Agustus 2008
Tempat : Museum Negeri Sumatra Utara.
Jalan HM. Joni No 52 Medan. (simp gedung Archa Medan.)
Tanggal-Tanggal Penting
Hari/tgl Pukul Kegiatan Pemandu/
Narasumber
Selasa
05 Agustus 2008 09.00-12.00 Seni Pertunjukan Melayu Peserta
12.00-14.00 ISHOMA Panitia
14.00-16.00 Atraksi Permainan Anak Peserta
Rabu, 06 Agustus 2008 09.00-12.00 Seminar Nasional Panitia
12.00-14.00 ISHOMA Panitia
14.00-16.00 Penutupan Panitia

SEMINAR NASIONAL "RESTORASI BUDAYA MELAYU"
Pembicara:
1.Syamsul Arifin, SE (Gubernur Sumatra Utara)
2.Prof. Usman Pelly, ph.D, MA (Guru Besar UNIMED)
3.Dr. Wan Syarifuddin (Dekan Fakultas Sastra USU)
4.T. Lukman Sinar, SH (Sejarawan Melayu)
5.Damiri Mahmud (Sastrawan Melayu)
6.Dr. Phil. Ichwan Azhari, MS (Kepala PUSSIS-UNIMED)
Seminar diselenggarakan pada Rabu, 06 Agustus 2008 Mulai Jam 08.30 WIB s/d
Selesai di AULA Museum Negeri Sumatra Utara (Jl. HM. Joni No.51 Medan)
Peserta yang berminat dalam kegiatan ini dapat
menghubungi panitia penyelenggara dengan alamat dibawah ini:
MUSEUM NEGERI PROVINSI SUMATERA UTARA
Jalan HM. Joni No. 51 Medan20217-
Sumatra Utara-Indonesia
Telp. +62 61 76484944; +61 61 77800690
Faks (061) 732222
www. museum-sumut. org
E-mail: info@museum- sumut.org atau amisumut@gmail. com