Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan

19/08/13

Undangan Diskusi dan Bedah Buku God, Do you speak english?

No : 123/ AJIJAK/ VIII/ 2013

Perihal : Undangan Diskusi dan Bedah Buku God, Do
you speak english?

Kepada Yth.

Rekan-rekan jurnalis, pemerhati media, akademisi, mahasiswa dan blogger

di Jakarta

Dengan hormat,

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bekerjasama dengan Voluntary
Service Overseas (VSO) Indonesia akan menggelar diskusi dan bedah buku God,
Do you speak english?. Diskusi ini bertema: "mengangkat kembali semangat
kesukarelawanan di Indonesia".

Maka dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu untuk berkenan hadir menjadi
peserta dalam diskusi tersebut, yang akan digelar pada:

Hari, Tanggal : Selasa, 20 Agustus 2013

Waktu : Pukul 18.00 -20.00 WIB (didahului makan malam)

Tempat : Sekretariat AJI Jakarta. Jl. Kalibata Timur IVG
No. 10, Kalibata, Jakarta Selatan. Telp. 021-7984105

Pembicara :

1. Anies Baswedan*, Rektor Universitas Paramadina, Pendiri gerakan Indonesia
Mengajar)

2. Sarah Opheij, Voluntary Service Overseas (VSO) Indonesia.

Untuk konfirmasi kehadiran, mohon Bapak/Ibu memberikan konfirmasi (nama,
media/ lembaga, nomor kontak, dan email) ke email:
ajijak@cbn.net.id atau telp ke 7984105. Bagi
sepuluh peserta pertama yang hadir, akan mendapatkan buku Liputan Media
dalam Pilkada DKI Jakarta dari AJI Jakarta dan buku God Do you Speak English
yang berisi cerita para sukarelawan Indonesia di Tajikistan, Bangladesh dan
Guyana.

Demikian undangan ini. Atas kesediannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 17 Agustus 2013

Salam,

Umar Idris
Dian Yuliastuti

Ketua AJI Jakarta
Sekretaris AJI Jakarta

*dalam konfirmasi

------------------------------

----------------

AJI Jakarta

Jl. Kalibata Timur IVG No. 10

Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telp./Faks: +62 21 7984105

Email : ajijak@cbn.net.id

t: @AJI_JAKARTA

www.ajijakarta.org

Peristiwa 65: Mantan Tahanan Politik Perempuanť, Rabu 21 Agustus

Bagaimana pergulatan pikiran dan batin
para mantan Tahanan Politik Perempuan
dari “Peristiwa ’65”?

Mari datang ke "Rabu
Perempuan" :)
Rabu 21 Agustus 2013, Jam 18.00-20.00 WIB, di Kedai
Tjikini,
Jl.
Cikini Raya No. 17, Jakarta Pusat
(dekat Kantor Pos Kali Pasir, dan di seberang
Menteng Huis).

Institut Ungu dan Pentas Indonesia sedang
mempersiapkan
PERTUNJUKAN TEATER: “NYANYI SUNYI KEMBANG-KEMBANG GENJER”
(akan dipentaskan di Gedung
Kesenian Jakarta, 14-17 November 2013).

“Nyanyi Sunyi
Kembang-Kembang Genjer” mengangkat kisah tentang pergulatan pikiran dan batin
para mantan tahanan politik perempuan berumur 70 an hingga 85 tahun
yang pernah dipenjara dan dibuang ke Plantungan .
Drama ini akan melihat
bagaimana lima perempuan ini bertahan menghadapi hari-hari di masa tuanya,
kenangan akan masa mudanya, pergulatan menghadapi pengalaman pahit dan
traumanya akibat kekerasan seksual dan stigma negatif yang menempel di
sepanjang hidupnya, serta harapan-harapannya.
Pengalaman hidup masa
lalu mereka merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang ikut membentuk
generasi sekarang termasuk cucunya sendiri.
Kisah lima perempuan
ini juga harus dihadapi oleh Minghayati, cucu salah seorang dari Eyang ini,
baik sebagai tantangan pribadi dan keluarga maupun sebagai generasi muda yang
memikirkan realitas negerinya.
Dalam “Rabu Perempuan”
ini, kami akan menghadirkan “Faiza Mardzoeki”, Produser, Penulis naskah dan
Sutradaranya, untuk berbagi mengenai visi, proses penulisan naskah dan proses persiapannya
selama ini.
Selain itu
menghadirkan tiga pemain “Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer”: Laksmi
Notokusumo, Pipien Putri dan Ira
Wita untuk membacakan cuplikan naskahnya.

Sejumlah bagian dari penjualan Kedai
Tjikini pada hari Rabu adalah untuk “Pundi Perempuan”, wadah dana solidaritas dari publik
bagi perempuan korban kekerasan.
Dana tersebut
akan disalurkan untuk mendukung kerja Lembaga Pengada Layanan/Women Crisis Center
(WCC). WCC menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk
bantuan, di antaranya bantuan hukum, bantuan layanan psikologis, dan penyediaan
rumah aman untuk perlindungan korban.

Terima kasih untuk Kehadirannya :)


Indonesia untuk
Kemanusiaan (IKA),
danKOMNAS Perempuan.

20/10/08

The Last Window Giraffe

Kami mengundang Anda untuk mengikuti bedah buku dan diskusi menarik tentang The Last Window Giraffe, bersama Peter Zilahy (Si penulis), pada:

Konferensi Pers
Senin, 20 Oktober 2008, jam 18:30

Kedai Kebun Forum (KKF)
Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta

Bedah Buku dan Diskusi
Senin, 20 Oktober 2008, jam 19:00
Di KKF, Jl. Tirtodipuran No.3 Yogyakarta

Bagaimana jadinya jika kamus dijadikan format untuk penulisan sebuah novel? Seperti menyatukan minyak dan air, menyatukan dua hal yang sangat berbeda. Tapi, inilah yang berhasil dilakukan Peter Zilahy, penulis muda asal Hungaria. Ia menuliskan novel The Last Window Giraffe dengan mengambil bentuk Ablak Zsiraff, buku belajar membaca bagi anak-anak Hungaria. A atau Ablak adalah Jendela, merupakan abjad pertama yang mengantarkan anak-anak berpetualang menjelajahi kenikmatan berbahasa, sementara Z atau Zsiraff adalah Jerapah yang menjadi penutup perjalanan mereka, tetapi sekaligus mengantarkan ke sebuah masa baru, masa di mana hidup kerap diterjemahkan ke dalam aksara.

Seperti ini pulalah Zilahy menceritakan demonstrasi di Belgrade 1996 � 1997. Demonstrasi ini tidaklah berdiri sendiri, ada begitu banyak kisah yang melatarinya. Tarik mundurlah terus, terus, dan terus, maka akan muncul kisah gidup dan kepemimpinan Tito. Kemudian, kita akan diajak mundur semakin jauh hingga ke pertempuran Ladang Burung-Burung Hitam di abad ke-14. Di balik sebuah kisah, kisah-kisah lain menanti. Di balik kisah-kisah itu pula, masih ada kisah-kisah lain yang harus disimak. Intinya, sebuah cerita tak bisa dipahami secara terpisah. Dibutuhkan pemahaman secara integral untuk mendapatkan pemaknaan yang utuh.

Lebih menarik lagi karena novel ini dihiasi berbagi foto berwarna hasil jepretan Zilahy sendiri, sehingga jika dilihat sepintas, tak pelak orang akan menyebutnya
kamus. Memang Zilahy dikenal sebgai seniman serbabisa. Berangkat dari kepenyairan, ia menulis novel ini tanpa meninggalkan asalnya. Karya prosa dan puisinya telah diterjemahkan ke banyak bahasa. Penampilan panggungnya pun kerap melibatkan fotografi dan media interaktif. Kumpulan puisinya, Statue Under a White Sheet Ready to Jump, diterbitkan 1993 dan memenangkan M�ricz Zsigmond Prize.

Namun, dari sekian banyak karya luar biasanya, novel kamus inilah, The Last Window Giraffe,yang paling banyak mencuri perhatian khalayak sastra internasional. Diterbitkan pada tahun 1998 dan telah diterjemahkan ke dalam 19 bahasa, novel ini
meraih banyak penghargaan, salah satunya adalah The Book of the Year Prize di Ukraina 2003. Keping cakram novel ini bahkan sudah beredar di 28 negara.

Informasi lebih lanjut
silakan hubungi:
Bentang Pustaka
Jl. Pandega Padma 19 Yogyakarta
Telp. 0274 � 517 373

10/07/08

Mendidik Anak di Zaman Sekarang

Toko Buku mp Book Point bersama Majalah
Tumbuh Kembang dengan bangga mempersembahkan Diskusi Parenting.
Tema : Mendidik anak di zaman sekarang.

Seperti apa pendidikan yang pantas
diterapkan bagi anak-anak kita di zaman sekarang?
Masih pantaskah sistem pendidikan di
rumah yang berdasarkan “tahayul”, “mitos”, “pamali”, dan
lain-lainnya?
Atau terlalu canggihkah sistem
pendidikan home schooling?

Kupas tuntas apa dan bagaimana
mendidik anak yang pantas di zaman sekarang, di :
Tempat : Toko buku mp Book Point
Jl. Puri Mutiara Raya no.72, Jeruk
Purut, Cilandak Barat, Jak-Sel
Tlp : 021-75910212.
Tanggal : Senin, 14 Juli 2008
Pukul : 10.00-12.00 WIB
Pembicara : Ibu Indri Safitri, MpSi
(Psikolog LPT-UI)

FREE OF CHARGE