Tujuh Bintang Art Space Cordially invites you to attend
THE OPENING OF CONTEMPORARY ART EXHIBITION
"Senang-Senang"
Artists:
Abdul Fattah | Ade Pasker | Agung Kurniawan | Ahmad Supono PR | AT. Sitompul | Choiruddin
Dadi Setiyadi | Daniel "Timbul" Cahya Krisna | Diah Yulianti | Djoko Pekik | Eko "Kota" Haryono
Fran Anggoman | Fransisco Panca Nugraha | Harun | Heri Kris | I Gede Arya Sucitra | Indiria Maharsi
Jemi Bilyanto | Joko Gundul | Klowor "Kucing" Waldiyono | Kurniawan Yudhistira | M. Lugas Syllabus
M. Pramono IR | Nanang Warsito | Nasirun | Nugroho Heri Cahyono | Nugroho Wijayatmo
Ong Hari Wahyu | Purwanto | Putra Eko Prasetyo | Samuel Indratma | Saptoadi Nugroho
Seiko Kajiura | S. Teddy D. | Wahyu Geiyonk | Wara Anindyah | Yudi Sulistya
January 17 - February 08, 2009
Curated by: M. Dwi Marianto
Opening Ceremony:
Saturday, January 17, 2009
at 07.30 pm
at Tujuh Bintang Art Space
Tujuh Bintang Art Space
Jl Sukonandi No. 7-Yogyakarta 55166, Indonesia
Tlp +62-274 545577 Fax +62-274 583377
email: info@tujuhbintang. com
website: www.tujuhbintang. com
Tampilkan postingan dengan label pameran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pameran. Tampilkan semua postingan
15/01/09
Warisan Budaya Tionghoa Peranakan
Bentara Budaya Jakarta mengadakan pameran:
Pameran ”WARISAN BUDAYA TIONGHOA PERANAKAN”
Opening:
15 januari. Pk.19.30 WIB
Pameran juga dimeriahkan dgn gambang kromong: Irama Betawi
pameran utk umum berlangsung dari tgl 16-25 januari 2009
Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, entitas keturunan Tionghoa di Indonesia telah ikut memperkaya dan diperkaya kebudayaan suku-suku Indonesia lainnya. Terjadi akulturasi yang unik dan amat kaya manifestasinya pada ragam budaya bangsa Indonesia . Dapat dikatakan ekspresi budaya orang Tionghoa di berbagai pulau/ provinsi Indonesia , khususnya kaum peranakan, berbeda dan jauh lebih kaya dibandingkan dengan ekspresi budaya orang Tionghoa di Malaysia dan Singapura.
Kinilah saatnya bagi Anda semua yang berminat pada manifestasi temu/ lintas budaya yang khas ini menyaksikan untuk pertama kali di Indonesia pameran berupa artefak perabotan dan asesoris rumah tangga Tionghoa peranakan yang digunakan di bumi Indonesia antara rentang tahun 1850-1960. Pameran Warisan Budaya Tionghoa Peranakan pada tanggal 15-25 Januari 2009 ini sekaligus untuk menyambut momentum Tahun Baru Imlek 2560 yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2009, diselenggarakan bersama Bentara Budaya Jakarta (BBJ) dengan Komunitas Lintas-Budaya Indonesia, sebuah perkumpulan yang bertujuan menjadi wadah interaksi antar etnis dan suku yang ada di Indonesia demi diperkokohnya nation building di Negara ini.
Pembukaan pameran hari Kamis 15 Januari 2009 pukul 19.00 akan dilakukan oleh Bapak Siswono Yudo Husodo, dan akan dimeriahkan oleh grup Gambang Kromong “IramaBetawi” serta sajian aneka jenis kuliner Peranakan. Akan diluncurkan pula buku “Peranan Tionghoa Indonesia –Sebuah Perjalanan Budaya” yang diterbitkan bersama Komunitas Lintas-Budaya Indonesia dengan majalah INTISARI.
Selama pameran berlangsung, akan adakan acara pemutaran film-film dan seminar mengenai masalah budaya/ akulturasi Tionghoa Peranakan di Indonesia.
Salam,
ika W Burhan
Bentara Budaya jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
jakarta 1020
(021)5483008, ext.7911
Pameran ”WARISAN BUDAYA TIONGHOA PERANAKAN”
Opening:
15 januari. Pk.19.30 WIB
Pameran juga dimeriahkan dgn gambang kromong: Irama Betawi
pameran utk umum berlangsung dari tgl 16-25 januari 2009
Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, entitas keturunan Tionghoa di Indonesia telah ikut memperkaya dan diperkaya kebudayaan suku-suku Indonesia lainnya. Terjadi akulturasi yang unik dan amat kaya manifestasinya pada ragam budaya bangsa Indonesia . Dapat dikatakan ekspresi budaya orang Tionghoa di berbagai pulau/ provinsi Indonesia , khususnya kaum peranakan, berbeda dan jauh lebih kaya dibandingkan dengan ekspresi budaya orang Tionghoa di Malaysia dan Singapura.
Kinilah saatnya bagi Anda semua yang berminat pada manifestasi temu/ lintas budaya yang khas ini menyaksikan untuk pertama kali di Indonesia pameran berupa artefak perabotan dan asesoris rumah tangga Tionghoa peranakan yang digunakan di bumi Indonesia antara rentang tahun 1850-1960. Pameran Warisan Budaya Tionghoa Peranakan pada tanggal 15-25 Januari 2009 ini sekaligus untuk menyambut momentum Tahun Baru Imlek 2560 yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2009, diselenggarakan bersama Bentara Budaya Jakarta (BBJ) dengan Komunitas Lintas-Budaya Indonesia, sebuah perkumpulan yang bertujuan menjadi wadah interaksi antar etnis dan suku yang ada di Indonesia demi diperkokohnya nation building di Negara ini.
Pembukaan pameran hari Kamis 15 Januari 2009 pukul 19.00 akan dilakukan oleh Bapak Siswono Yudo Husodo, dan akan dimeriahkan oleh grup Gambang Kromong “IramaBetawi” serta sajian aneka jenis kuliner Peranakan. Akan diluncurkan pula buku “Peranan Tionghoa Indonesia –Sebuah Perjalanan Budaya” yang diterbitkan bersama Komunitas Lintas-Budaya Indonesia dengan majalah INTISARI.
Selama pameran berlangsung, akan adakan acara pemutaran film-film dan seminar mengenai masalah budaya/ akulturasi Tionghoa Peranakan di Indonesia.
Salam,
ika W Burhan
Bentara Budaya jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
jakarta 1020
(021)5483008, ext.7911
17/11/08
Undangan Pembukaan Pameran Foto : 100 x Prancis Fotografi Prancis cikal bakal masa kini
Bulan Foto 2008
Sejak diciptakan pada tahun 1980 oleh Rumah Fotografi Eropa, Bulan Fotografi telah memberikan kontribusi besar menjadikan Paris sebagai salah satu pusat fotografi terbesar. Berlangsung di bulan November, setiap dua tahun, dan menekankan pentingnya mobilisasi institusi budaya dan galeri-galeri di Paris. Pameran, workshop, diskusi, film, dll menjadi kekayaan Bulan Fotografi yang setiap kalinya fokus pada tema tertentu.
Pada tahun 2004, untuk pertama kalinya Bulan Fotografi mengembangkan dimensi Eropa melalui Bulan Foto Eropa, sebuah acara yang lahir dari keinginan untuk menciptakan sebuah jaringan pertukaran Eropa dan kolaborasi yang inovatif bagi fotografi. Diawali dengan Berlin dan Wina, jaringan ini meluas hingga sekarang di Bratislava, Moskow, Roma dan Luxembourg. Konsep bulan fotografi juga diekspor ke dunia sejak beberapa tahun belakangan dan di Asia, Bangkok, Singapura… dan sekarang dalam bulan foto 2008 Yogyakarta mendapatkan kehormatan untuk memerkan pameran 100 x FRANCE yang pertama kali di Indonesia.
Exposition 100 x FRANCE
Photographies françaises des origines à aujourd’hui
Pameran 100 x Prancis
Fotografi Prancis cikal bakal masa kini
Srisasanti Gallery (Jl Palagan Tentara Pelajar 52A)
19-30 November 2008 : (11.00-22.00) : GRATIS
@ Henri Cartier-Bresson
Pembukaan oleh Fabrice Mini, General Manager, Novotel Yogyakarta
18 November 2008 - 19.30
Dengan selingan nyanyian oleh Marie-Laure Frinzi (opera)-Antoine Morise (Piano) dan Accapella Mataraman
Fotografer-fotograf er yang tergabung dalam pameran 100 X France :
BERNARD PLOSSU, FRANK HORVAT, NICEPHORE NIEPCE, AGNES VARDA, BERTRAND LAVIER, MEURISSE, GILLES CARON, DENISE COLOMB, AUGUSTE-HIPPOLYTE COLLARD, MAURICE GUIBERT, ACHILLE QUINET, COMTE OLYMPE AGUADO DE LAS MARISMAS, GUSTAVE LE GRAY, EUGENE DURIEU, ETIENNE-JULES MAREY, COMTE ROBERT DE MONTESQUIOU- FEZENSAC, ALPHONSE-JUSTIN LIEBERT, FELIX-JACQUES- ANTOINE MOULIN, CHARLES AUBRY, PAUL BERTHIER, EDGAR DEGAS, ANDREE KERTESZ, MARTINE FRANCK, RAYMOND DEPARDON, HENRI CARTIER-BRESSON, ALBERT PEIGNOT, JANINE NIEPCE, RENE JACQUES, ADRIEN TOURNACHON & FELIX NADAR, LOUIS ADOLPHE HUMBERT de MOLARD, ETIENNE CLEMENTEL, LOUIS PHILIPPE - DUC d’ORLEANS, CHARLES NEGRE, CONSTANT PUYO, HENRY Frères, CONSTANTIN BRANCUSI, MARCEL DUCHAMP, DORA MAAR, CLAUDE CAHUN, ELI LOTAR, LUCIEN LORELLE, RAOUL UBAC, HIPPOLYTE BAYARD, FELIX NADAR, PIERRE LOUIS PIERSON, THEOPHILE FEAU, PIERRE BONNARD, BERNARD FAUCON, JACQUES-HENRI LARTIGUE, JEAN-MARC BUSTAMANTE, NEURDEIN Frères, SEEBERGER Frères, EUGENE CUVELIER, LOUIS CAMILLE D’OLIVIER, LOUIS-AUGUSTE & AUGUSTE-ROSALIE BISSON, LOUIS JEAN DELTON, LOUIS-ADOLPHE- EUGENE DISDERI, PIERRE-AMBROISE RICHEBOURG, ANDRE GARBAN, ETIENNE NEURDEIN & LOUIS ANTONIN NEURDEIN, AUGUSTE-HIPPOLYTE COLLARD, EUGENE ATGET, CHARLES MARVILLE, DELMAET et DURANDELLE, ADOLPHE BRAUN, MAN RAY, CONSTANT FAMIN, MAURICE TABARD, FLORENCE HENRI, MAURICE GUIBERT, JEAN-LOUP SIEFF, GEORGES ROUSSE, PATRICK TOSANI, ROBERT DOISNEAU, VALERIE BELIN, VALERIE JOUVE, GUILLAUME DUCHENNE DE BOULOGNE, LEOPOLD-ERNEST MAYER & PIERRE LOUIS PIERSON, PHILIPPE REGNIER, DUC DE MASSA, ALEXANDRE FERRIER, ADOLPHE BRAUN, ALPHONSE BERTILLON, RENE BARTHELEMY, FRANK PERRIN, BRASSAÏ, SABINE WEISS, Dr G. RAVIART, GEORGES TAIRRAZ II.
Sejak diciptakan pada tahun 1980 oleh Rumah Fotografi Eropa, Bulan Fotografi telah memberikan kontribusi besar menjadikan Paris sebagai salah satu pusat fotografi terbesar. Berlangsung di bulan November, setiap dua tahun, dan menekankan pentingnya mobilisasi institusi budaya dan galeri-galeri di Paris. Pameran, workshop, diskusi, film, dll menjadi kekayaan Bulan Fotografi yang setiap kalinya fokus pada tema tertentu.
Pada tahun 2004, untuk pertama kalinya Bulan Fotografi mengembangkan dimensi Eropa melalui Bulan Foto Eropa, sebuah acara yang lahir dari keinginan untuk menciptakan sebuah jaringan pertukaran Eropa dan kolaborasi yang inovatif bagi fotografi. Diawali dengan Berlin dan Wina, jaringan ini meluas hingga sekarang di Bratislava, Moskow, Roma dan Luxembourg. Konsep bulan fotografi juga diekspor ke dunia sejak beberapa tahun belakangan dan di Asia, Bangkok, Singapura… dan sekarang dalam bulan foto 2008 Yogyakarta mendapatkan kehormatan untuk memerkan pameran 100 x FRANCE yang pertama kali di Indonesia.
Exposition 100 x FRANCE
Photographies françaises des origines à aujourd’hui
Pameran 100 x Prancis
Fotografi Prancis cikal bakal masa kini
Srisasanti Gallery (Jl Palagan Tentara Pelajar 52A)
19-30 November 2008 : (11.00-22.00) : GRATIS
@ Henri Cartier-Bresson
Pembukaan oleh Fabrice Mini, General Manager, Novotel Yogyakarta
18 November 2008 - 19.30
Dengan selingan nyanyian oleh Marie-Laure Frinzi (opera)-Antoine Morise (Piano) dan Accapella Mataraman
Fotografer-fotograf er yang tergabung dalam pameran 100 X France :
BERNARD PLOSSU, FRANK HORVAT, NICEPHORE NIEPCE, AGNES VARDA, BERTRAND LAVIER, MEURISSE, GILLES CARON, DENISE COLOMB, AUGUSTE-HIPPOLYTE COLLARD, MAURICE GUIBERT, ACHILLE QUINET, COMTE OLYMPE AGUADO DE LAS MARISMAS, GUSTAVE LE GRAY, EUGENE DURIEU, ETIENNE-JULES MAREY, COMTE ROBERT DE MONTESQUIOU- FEZENSAC, ALPHONSE-JUSTIN LIEBERT, FELIX-JACQUES- ANTOINE MOULIN, CHARLES AUBRY, PAUL BERTHIER, EDGAR DEGAS, ANDREE KERTESZ, MARTINE FRANCK, RAYMOND DEPARDON, HENRI CARTIER-BRESSON, ALBERT PEIGNOT, JANINE NIEPCE, RENE JACQUES, ADRIEN TOURNACHON & FELIX NADAR, LOUIS ADOLPHE HUMBERT de MOLARD, ETIENNE CLEMENTEL, LOUIS PHILIPPE - DUC d’ORLEANS, CHARLES NEGRE, CONSTANT PUYO, HENRY Frères, CONSTANTIN BRANCUSI, MARCEL DUCHAMP, DORA MAAR, CLAUDE CAHUN, ELI LOTAR, LUCIEN LORELLE, RAOUL UBAC, HIPPOLYTE BAYARD, FELIX NADAR, PIERRE LOUIS PIERSON, THEOPHILE FEAU, PIERRE BONNARD, BERNARD FAUCON, JACQUES-HENRI LARTIGUE, JEAN-MARC BUSTAMANTE, NEURDEIN Frères, SEEBERGER Frères, EUGENE CUVELIER, LOUIS CAMILLE D’OLIVIER, LOUIS-AUGUSTE & AUGUSTE-ROSALIE BISSON, LOUIS JEAN DELTON, LOUIS-ADOLPHE- EUGENE DISDERI, PIERRE-AMBROISE RICHEBOURG, ANDRE GARBAN, ETIENNE NEURDEIN & LOUIS ANTONIN NEURDEIN, AUGUSTE-HIPPOLYTE COLLARD, EUGENE ATGET, CHARLES MARVILLE, DELMAET et DURANDELLE, ADOLPHE BRAUN, MAN RAY, CONSTANT FAMIN, MAURICE TABARD, FLORENCE HENRI, MAURICE GUIBERT, JEAN-LOUP SIEFF, GEORGES ROUSSE, PATRICK TOSANI, ROBERT DOISNEAU, VALERIE BELIN, VALERIE JOUVE, GUILLAUME DUCHENNE DE BOULOGNE, LEOPOLD-ERNEST MAYER & PIERRE LOUIS PIERSON, PHILIPPE REGNIER, DUC DE MASSA, ALEXANDRE FERRIER, ADOLPHE BRAUN, ALPHONSE BERTILLON, RENE BARTHELEMY, FRANK PERRIN, BRASSAÏ, SABINE WEISS, Dr G. RAVIART, GEORGES TAIRRAZ II.
Langganan:
Postingan (Atom)